Apotek Kimia Farma di Karang Tengah Tangerang Dibanjiri Keluhan Warga

AKURAT BANTEN - Apotek Kimia Farma yang berada di Jalan Raden Saleh, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, banyak menuai keluhan dari para masyarakat.
Keluhan tersebut lantaran pelayanan apotek milik anak perusahaan BUMN itu dianggap tidak profesional dan menjual obat dengan harga terlalu mahal.
Seperti yang dialami warga Karang Tengah, Radit (33). Ia mengaku saat membeli obat untuk ibunya di apotek tersebut, namun tidak diberikan struk dari mesin.
Baca juga: Motor Oleng dan Jatuh, Pengendara Wanita Tewas Terlindas Truk di Cengkareng
"Iya belum lama ini, beli obat untuk hipertensi ibu cuma dikasih struk manual tulis tangan doang dan tidak ditulis nama obatnya apa," ujar Radit kepada Akurat Banten, Kamis (21/9/2023).
Keluhan senada juga diungkapkan, Agus (50). Bahwa ia sebelumnya juga sempat membeli obat hipertensi di apotek tersebut, lantaran memang di di sejumlah apotek di wilayahnya kosong stoknya.
"Jadi sebelumnya saya beli di Apotek Berkat itu harganya Rp15 ribu dapat 3 setrip. Tapi di Kimia Farma ini Rp \62 ribu. Dan itu hanya struk manual tanpa ada nama obatnya," ungkap warga Ciledug tersebut.
Adapun keluhan lainnya, dari Iwan (34) yang juga sempat bingung mendapatkan pelayanan dari Apotek Kimia Farma tersebut. Selain mendapat struk manual.
"Selain struk manual, pas saya tanya obatnya awalnya harganya pertama Rp45, tapi ternyata pas diambil obatnya jadi Rp62 ribu. Aneh," kata Iwan.
Baca juga: Viral! Gus Iqdam Diperlakukan Tidak Menyenangkan di Imigrasi Bandara Soetta, Cek Fakta Sebenarnya
Keluhan tak hanya sampai di situ, adapun warga Komplek Sekretariat Negara, Bambang, yang juga kesal lantaran obat untuk istrinya yang ditebus jadi berganti nama.
"Jadi saya dapat resep dari RS Bhakti Asih untuk istri saya. Tapi setelah ditebus, nama pasien (istrinya) berganti nama," ucapnya.
Hal itu pun membuat, Bambang merasa kesal lantaran apotek sekelas Kimia Farma melakukan hal yang menurutnya fatal.
"Masa sekelas apotek BUMN seperti ini. Tidak profesional. Dan harganya pun terlalu mahal. Jadi saya minta kembalikan uang, untuk membeli di apotek lain saja," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan




