Banten

4 Program Bank Sampah di Sekolah Lancarkan Budaya Positif dan Hidup Sehat

Saeful Anwar | 8 September 2023, 11:11 WIB
4 Program Bank Sampah di Sekolah Lancarkan Budaya Positif dan Hidup Sehat

AKURAT BANTEN - Pembelajaran yang menyenangkan dan berfokus pada potensi yang dimiliki seorang murid adalah tahap awal guru dalam mendesain pembelalaran di kelas dan sekolah.

Sehingga dapat membentuk sebuah ekosistem yang baik dan nyaman, maka baik murid dikelas maupun dilingkungan sekolah dapat tergali potensi diri, minat dan bakatnya secara komprehensif sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara, memandang pendidikan sebagai tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kerja sama antara ketiga pusat pendidikan tersebut untuk menciptakan pendidikan yang holistik dan efektif.

Baca juga: MENIDURI ISTRI TEMAN adalah PRILAKU TERPUJI dan Cara Ampuh Mengusir ROH JAHAT

Tanggung jawab bersama itu menjadi sebuah inspirasi Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Tangerang Selatan, Abdul Marta Nurdin untuk menerapkan program Kita Bisa Batasi Sampah Sekolah yang ia beri nama KIBBASS.

Di mana produk sampah yang setiap hari selalu menumpuk di sekolah, akan dapat teratasi dengan adanya program tersebut.

Sehingga ruang belajar terasa nyaman dan menyenangkan menjadi sebuah budaya Positif.

"Dalam menanamkan budaya positif di SMK Negeri 1 Tangerang Selatan dilakukan dengan aksi nyata yang kolaboratif, yaitu melibatkan seluruh warga sekolah dalam pelaksanaannya. Dimulai sejak tahun 2021 kami sudah menerapkan kurikulum merdeka, seiring dengan memperolehnya bantuan program SMK Pusat Keunggulan (PK) dan didukung dengan adanya 5 (lima) guru penggerak angkatan 6 yang ada dalam membantu memperkuat konsep program budaya positif dalam menangani sampah di sekolah,” ujar Marta, kepada Akurat Banten, Jumat (8/9/2023). 

Program Bank Sampah di Sekolah tidak dapat berjalan karena harus menyatu dengan implementasi budaya positif sekolah, yaitu salah satunya adalah dengan melakukan program pengelolaan sampah sekolah oleh murid dibantu dengan pengawasan 5 guru penggerak sesuai dengan tema kegiatan:

1. Lisa: Lihat Sampah Ambil

Kegiatan yang sangat sederhana namun berat dilakukan oleh siswa-siswi. Tetapi jika rutin dilakukan kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah bisa terwujud. Dan dapat menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari disekolah maupun diluar sekolah.

Baca juga: YOGA, Ajaran HINDU yang Populer untuk Menjaga Kesehatan

2. Mewah Prima: Membawa Wadah Pribadi Masing-masing

Wadah tersebut berupa tempat makan dan botol air minum. Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi sebaran sampah terutama sampah plastik dan kertas di lingkungan sekolah, selain juga wadah yang digunakan sarapan pagi dapat juga digunakan untuk makan siangnya.

Hal ini harus dilakukan oleh warga sekolah, yaitu siswa, guru, dan karyawan menggunakan wadah pribadi membeli makanan atau minuman dari kantin.

3. Ngariyung, atau makan bersama

Budaya ini agar selalu dilakukan saat istirahat makan siang bersama teman-teman sekelasnya. hal ini diperlukan untuk menambah keakraban dan kekompakan kelas. Agar Suasana kekeluargaan terus tercipta kala itu.

4. Bank Sampah, program memberdayakan sampah plastik kertas

Pilah dan pilih sampah sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kreatifitas karya dari sampah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.