Banten

Pose 2 Jari, Kepala Desa Kosambironyok Diperiksa Bawaslu Serang

Irsyad Mohammad | 7 Februari 2024, 22:02 WIB
Pose 2 Jari, Kepala Desa Kosambironyok Diperiksa Bawaslu Serang

AKURAT BANTEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang, telah memeriksa Kepala Desa Kosambironyok, Syarif Hidayatullah. 

Dia diperiksa atas dugaan pelanggaran kampanye dan memegang poster salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Syarif Hidayatullah dilaporkan lantaran dirinya diduga telah melakukan kampanye degan pose 2 jari dan memegang poster Prabowo-Gibran beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Polres Serang Amankan 16 Pelaku Kejahatan Diantaranya Premanisme Dan Perbuatan Tak Senonoh Terhadap Anak Dibawah Umur

Dikatakan, Abdul Holid, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Bawaslu Kabupaten Serang, pihaknya telah memeriksa Kepala Desa Kosambironyok atas dugaan pelanggaran pemilu.

"Kami barusan selesai melakukan pemeriksaana atau klarifikasi terhadap terlapor, Kepala Desa Kosambironyok telah menyampaikan klarifikasinya untuk dimasukkan ke dalam berita acara," ungkapnya, Rabu (7/2/2024).

Meski demikian, kata, Holid, keterangan dari Syarif Hidayatullah, belum bisa dipaparkan lantaran masih dalam proses penanganan.

Ia menuturkan, masih ada kajian akhir untuk dapat menjabarkan hasil dari klarifikasi Kepala Desa Kosambironyok.

Baca Juga: Waduh! Bantuan Beras Warga Miskin di Lebak Ditumpuk di Kantor Desa

"Inikan masih dalam proses klarifikasi, jadi nanti dalam proses penanganan pelanggaran sebagaimana mekanismenya ini tidak langsung menjabarkan hasil klarifikasinya, tapi nanti kita akan ada kajian akhir," jelasnya.

"Karena proses penanganan ini kita ada waktu 7 hari penanganan (hari kerja), jadi kita masih menunggu pihak-pihak yang akan kita klarifikasi, pelapor sudah kita klarifikasi kemarin," sambungnya.

Selain itu, Kata Holid, Kepala Desa Kosambironyok Syarif Hidayatullah mendapatkan puluhan pertanyaan dari Bawaslu Kabupaten Serang terkait aksinya itu.

"Lebih dari 20 pertanyaan. Hari Senin akan kita lakukan klarifikasi lagi," tandasnya.

Ia menegaskan, jika proses klarifikasi kedua terlapor tidak hadir memberikan klarifikasi lanjutan, maka timanya akan turun langsung ke lapangan.

"Kalau saksi tidak hadir setelah kita undang klarifikasi, kami minta temen-temen panwascam untuk menemui yang bersangkutan," tandasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.