Jangan Lewatkan! Ini Amalan Sunnah Hari Jumat Terakhir di Bulan Ramadan

AKURAT BANTEN - Seperti yang diperkirakan pada awal bulan Syawal, umat Islam kini memasuki Jumat terakhir dalam bulan Ramadan pekan ini. Diceritakan bahwa Rasulullah SAW melakukan beberapa amalan istimewa pada Jumat terakhir Ramadan.
Diriwayatkan Sayyid Ibnu Thawus dan Syekh Shaduq RA dari Jabir bin Abdillah Anshari RA, kala itu malam terakhir Jumat Ramadan, Rasulullah SAW pernah berdoa agar bulan Ramadan saat ini tidak menjadi yang terakhir sambil mengucapkan salam perpisahan.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesabaran di Bulan Ramadan, Pahala Puasa Tetap Terjaga
"Aku pernah bertamu ke rumah Rasulullah SAW pada malam terakhir Jumat terakhir bulan Ramadan. Ketika melihatku, beliau berkata, 'Wahai Jabir, malam ini adalah Jumat terakhir bulan Ramadan ini. Maka, ucapkanlah selamat tinggal kepadanya dan ucapkanlah,
اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَا مِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَا جَعَلْنِي مَرْحُوْ مَا وَلَا تَجْعَلْنِي مَحْرُوْمًا
Artinya: "Ya Allah, jangan jadikan bulan ini bulan Ramadan terakhir bagi puasa kami. Jika Engkau menjadikannya seperti itu, maka jadikanlah aku orang yang dikasihani dan jangan jadikan aku orang yang terhalangi."
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dari hari-hari yang lain. Apabila Hari Jumat berada dalaem bulan Ramadan yang penuh berkah, sudah pasti terdapat kemuliaan dibandingkan hari Jumat di bulan-bulan lainnya.
Terdapat amalan sunnah yang bisa diamalkan pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan. Berikut penjelasan lengkapnya.
Amalan Sunnah Jumat Terakhir Ramadan
Perbanyak Sedekah
Amalan sunnah Jumat terakhir di bulan Ramadan yang pertama adalah memperbanyak sedekah. Bersedekah di bulan Ramadan punya lebih banyak keutamaan, sama halnya dengan bersedekah pada hari Jumat.
Keutamaan sedekah di hari Jumat disebutkan dalam Kitab Al Umm Juz 1 karangan Imam Syafi'i terjemahan TK H Ismail Yakub. Ada hadits dari Abdillah bin Abi Aufa yang menjelaskan tentang pelipatgandaan pahala sedekah pada hari Jumat.
بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ
Artinya: Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, "Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya sholawat itu tersampaikan dan aku dengar." Rasulullah bersabda, "Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan."
Baca Juga: Mahasiswa Demo Bupati, Protes Peternakan Ayam Tak Berizin di Lebak
Perbanyak Dzikir dan Doa
Amalan sunnah hari Jumat terakhir bulan Ramadan selanjutnya adalah memperbanyak dzikir dan doa.
Saleh bin al-Fauzan di dalam bukunya yang berjudul Ringkasan Fiqih Islam Ibadah & Muamalah, di antara keutamaan hari Jumat yakni adanya waktu mustajab untuk berdoa. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa.
Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda,
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةُ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدِ مُسْلِمُ وَهُوَ قَائِمُ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ شَيْئاً إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ.
Artinya: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu, yang jika seorang Muslim berdiri melaksanakan salat dan memohon sesuatu kepada Allah tepat pada waktu itu pasti Allah memberikan apa yang dia minta." (HR Bukhari dan Muslim).
Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca surat Al-Kahfi merupakan salah satu amalan sunnah yang diamalkan pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan.
Keutamaan membaca surat Al-Kahfi salah satunya adalah diterangi cahaya. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, "Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumat." (HR Hakim).
Baca Juga: Bacaan Dzikir Malam Lailatul Qadar, Diamalkan Setelah Sholat Sunnah
Sholat Sunnah Dhuha
Menurut penulis Rizem Aizid dalam bukunya yang berjudul "Aktivasi Mukjizat Hari Jumat", bagi mereka yang melaksanakan salat dhuha pada Jumat, mereka akan mendapatkan dua keutamaan sekaligus, yaitu keutamaan dari salat dhuha dan juga keutamaan dari beribadah pada hari Jumat.
Beberapa keutamaan dari salat dhuha juga dijelaskan dalam banyak hadits, di antara lain sebagai berikut.
"Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat Subuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan." (HR Abu Daud).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









