Banten

Mengapa Idul Fitri Disebut Hari Kemenangan? Begini Penjelasannya!

Moehamad Dheny Permana | 2 April 2025, 08:33 WIB
Mengapa Idul Fitri Disebut Hari Kemenangan? Begini Penjelasannya!

Akurat Banten - Idul Fitri merupakan salah satu hari besar yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.

Namun, mengapa perayaan ini sering disebut sebagai "Hari Kemenangan"? Berikut penjelasannya.

Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.

Selama sebulan penuh, umat Islam menjalani ibadah puasa yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Artis Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Surya Sahetapi: Selamat Jalan Ayah!

Menurut Ustaz Ahmad Zainuddin, seorang pakar kajian Islam, kemenangan yang dirayakan pada Idul Fitri bukan hanya sekadar bebas dari kewajiban berpuasa, tetapi lebih dari itu.

"Kemenangan di sini bermakna keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan amal ibadah, serta mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi," jelasnya.

Simbol Kebersihan dan Kembali ke Fitrah

Secara bahasa, Idul Fitri berarti "kembali ke fitrah" atau kesucian.

Hal ini selaras dengan ajaran Islam yang menyebut bahwa setelah menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan, seorang Muslim diharapkan kembali dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru lahir.

“Puasa Ramadan bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga pembersihan jiwa.

Baca Juga: Beda Hasil Sidang Isbat 2025 NU dan Muhammadiyah? Salat Idulfitri 1446 H Dipastikan Lusa

Idul Fitri menjadi momen di mana kita meraih kebersihan hati dan kembali kepada fitrah manusia yang penuh kebaikan,” tambah Ustaz Ahmad.

Selain itu, tradisi saling bermaafan pada Idul Fitri juga memperkuat makna kemenangan ini.

Dengan memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf atas kekhilafan, umat Islam meraih kemenangan dalam membangun hubungan yang lebih baik, baik dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT.

Kebahagiaan dalam Berbagi dan Silaturahmi

Idul Fitri juga menjadi simbol kemenangan dalam berbagi.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Polisi Amankan Pengedar Uang Palsu di Pasar Panimbang

Zakat fitrah yang diwajibkan bagi setiap Muslim sebelum hari raya bertujuan untuk membersihkan harta serta membantu mereka yang kurang mampu agar ikut merasakan kebahagiaan.

Menurut data dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), jumlah zakat fitrah yang terkumpul di Indonesia setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah dan sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam merayakan Lebaran.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi. Kunjungan ke sanak saudara, teman, serta tetangga menjadi tradisi yang memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah untuk Bayi Baru Lahir, Wajib Bayar Seperti Orang Dewasa?

Idul Fitri disebut sebagai Hari Kemenangan karena melambangkan keberhasilan umat Islam dalam menunaikan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, membersihkan diri dari dosa, dan mempererat hubungan sosial.

Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga refleksi spiritual yang membawa umat Islam menuju kehidupan yang lebih baik.

Sebagai puncak dari perjuangan selama Ramadan, Idul Fitri menjadi bukti nyata bahwa kemenangan sejati adalah kemenangan dalam mengalahkan hawa nafsu dan mencapai ketakwaan yang lebih tinggi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.