Banten

Meneladani Rasulullah SAW dalam Merayakan Idul Fitri

Saeful Anwar | 21 Maret 2025, 11:08 WIB
Meneladani Rasulullah SAW dalam Merayakan Idul Fitri

 

AKURAT BANTEN-Idul Fitri adalah momen kemenangan bagi umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan. 

Sebagai umatnya, sudah sepatutnya kita meneladani cara Rasulullah SAW dalam merayakan hari raya ini. 

Berikut adalah beberapa sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW saat Idul Fitri:

Baca Juga: 20 Ucapan Idul Fitri Paling Viral: Dari yang Klasik Hingga Kekinian, Bikin Lebaranmu Makin Meriah, Cocok Kirim Ke WhatsApp Kamu!

1. Mengumandangkan Takbir

Rasulullah SAW menghidupkan malam dan pagi hari raya dengan mengumandangkan takbir. 

Rasulullah SAW bertakbir mulai dari terbenamnya matahari di malam Idul Fitri hingga imam naik ke mimbar untuk berkhutbah.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis, di antaranya:

Dari Ibnu Umar RA, ia berkata: "Rasulullah SAW keluar menuju tempat salat pada hari Idul Fitri dengan mengeraskan takbir hingga beliau tiba di tempat salat, dan hingga salat selesai." (HR. Daruquthni)

Baca Juga: 8 Manfaat Minum Air Kelapa saat Sahur, Dijamin Puasa Kuat Tahan Lapar dan Haus

2. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik

Sebelum melaksanakan salat Idul Fitri, Rasulullah SAW mandi dan memakai pakaian terbaik yang beliau miliki. 

Hal ini menunjukkan bahwa Idul Fitri adalah hari yang istimewa dan patut dirayakan dengan penampilan terbaik.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mandi dan memakai pakaian terbaik saat Idul Fitri. Hal ini menunjukkan bahwa Idul Fitri adalah hari yang istimewa.

Dalam kitab Al-Muwatha' Imam Malik, diriwayatkan bahwa Ibnu Umar RA mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tempat salat.

Baca Juga: Salat Lailatul Qadar Harus Tidur Dulu? Ada Hubungannya dengan Surat Al-Isra Ayat 79

3. Makan Sebelum Salat Idul Fitri

Rasulullah SAW selalu makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Fitri. Biasanya, beliau makan kurma dalam jumlah ganjil. 

Hal ini berbeda dengan Idul Adha, di mana beliau makan setelah salat.

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: "Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sebelum makan beberapa buah kurma." (HR. Bukhari)

Baca Juga: Isi Undang-undang TNI Tak Cuma TNI Aktif Pimpin Pemerintahan, Ada Pasal 53 Apa Isinya?

4. Salat Idul Fitri

Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka. Beliau tidak pernah meninggalkan salat Idul Fitri sejak disyariatkan. Setelah salat, beliau berkhutbah di hadapan para sahabat.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, ia berkata: "Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju tempat salat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Tragedi 1-5: Mengapa Timnas Indonesia Dibantai Australia? Analisis Mendalam dan Solusi Masa Depan

5. Menempuh Jalan yang Berbeda saat Pergi dan Pulang Salat

Saat pergi dan pulang salat Idul Fitri, Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda. 

Hal ini bertujuan agar beliau dapat bertemu dan menyapa lebih banyak orang. Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata: "Nabi SAW jika pada hari 'ied (hari raya) mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulang)." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Debut Pahit Kluivert: Timnas Indonesia 1-5 Babak Belur di Tangan Australia, Pengamat Beri Tanggapan

6. Bersilaturahmi dan Saling Memaafkan

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan di hari Idul Fitri.

Beliau mengunjungi rumah para sahabat dan kerabat, serta menerima kunjungan dari mereka.

Meskipun tidak ada hadist yang secara spesifik menjelaskan tentang bersilaturahmi pada saat hari raya idul fitri, namun terdapat banyak sekali hadist yang menjelaskan tentang keutamaan silaturahmi, dan tentunya hari raya idul fitri adalah waktu yang sangat tepat untuk mempererat tali silaturahmi.

Baca Juga: Pelarangan Truk Operasi Saat Mudik Lebaran 2025 Bisa Rugi Hingga Rp 5 Triliun, Pengusaha Truk Mengeluh

7. Bersedekah dan Membahagiakan Anak-anak

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk bersedekah di hari Idul Fitri, yaitu dengan membayar zakat fitrah.

Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud)

Baca Juga: Skandal Sabung Ayam Lampung: Konflik Internal Aparat Terkuak?

Hikmah Meneladani Rasulullah SAW

Dengan meneladani cara Rasulullah SAW merayakan Idul Fitri, kita tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. 

Idul Fitri menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk merayakan Idul Fitri dengan cara yang lebih bermakna (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman