Man City Dinyatakan Bersalah, Pochettino Singgung Era Penuh “Tipu Daya” di Premier League

AKURAT BANTEN - Kasus finansial Manchester City terus memancing reaksi dari berbagai kalangan sepak bola Inggris.
Setelah Komisi Independen Premier League menyatakan The Citizens bersalah atas pelanggaran serius regulasi finansial, Mauricio Pochettino ikut angkat bicara dengan mempertanyakan dampak kasus tersebut terhadap persaingan di Premier League.
Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Chelsea itu bahkan menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang penuh tipu daya apabila seluruh pelanggaran yang diputuskan terbukti menjadi dasar kesimpulan akhir.
“Kalau benar 114 aturan dilanggar, kita telah menjalani masa penuh tipu daya,” ujar Pochettino, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Eks Gelandang Timnas Spanyol Dukung Haaland Tinggalkan Man City, Barcelona Jadi Tujuan Ideal?
Pelatih Timnas Amerika Serikat itu juga mempertanyakan bagaimana pengawasan kompetisi bisa gagal mencegah pelanggaran tersebut.
Komentar Pochettino muncul setelah Premier League pada 29 September 2026 mengumumkan hasil putusan Komisi Independen terkait kasus Manchester City.
Komisi menyatakan City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18.
Komisi juga menyatakan City bersalah atas tiga dari empat dakwaan terkait kewajiban bekerja sama dalam investigasi Premier League.
Baca Juga: Roy Keane Bereaksi Keras Usai Man City Dinyatakan Bersalah: “Buang Medali ke Tempat Sampah!”
Dalam temuan yang dipublikasikan, City disebut menggunakan sejumlah kontrak komersial yang tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya.
Skema tersebut dinilai bertujuan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang tercatat lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa.
Premier League juga menyebut City menyerahkan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Komisi menilai, jika seluruh kesepakatan tersebut dicatat secara akurat, klub akan mengalami pelanggaran yang sangat besar terhadap batas pengeluaran Premier League dan UEFA.
Bagi Pochettino, persoalan tersebut bukan hanya tentang kemungkinan hukuman kepada City. Ia mempertanyakan apakah sanksi apa pun yang dijatuhkan nantinya mampu mengembalikan kondisi kompetisi seperti sebelum kasus tersebut terjadi.
“Pasti sudah terjadi banyak kerusakan. Pada akhirnya, banyak klub mengikuti aturan dan sebagian tidak,” kata Pochettino. Ia juga menilai sulit menentukan hukuman yang benar-benar mampu memperbaiki dampak yang sudah terjadi.
Pelatih asal Argentina itu memiliki pengalaman langsung bersaing dengan City ketika menangani Tottenham. Pochettino bahkan mengungkit bagaimana Tottenham harus berhati-hati dalam urusan finansial saat membangun stadion baru.
Menurut Pochettino, Tottenham pernah mengalami periode panjang tanpa melakukan transfer karena keterbatasan finansial.
Baca Juga: Badai Finansial Man City Bisa Jadi Berkah untuk MU: Donnarumma dan Anderson Dibidik?
Ia kemudian mempertanyakan mengapa aturan terasa begitu ketat bagi satu klub, tetapi kasus lain bisa berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diputuskan.
Meski demikian, komentar Pochettino tidak berarti seluruh persoalan City telah selesai. Premier League menegaskan bahwa sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan.
Bentuk hukuman akan dibahas dalam proses terpisah dan dapat mencakup denda, pengurangan poin, maupun sanksi olahraga lainnya. City juga memiliki hak untuk mengajukan banding dan batas waktunya adalah 2 Oktober 2026.
Manchester City sendiri tetap mempertahankan posisinya dan berencana melawan putusan tersebut. Reuters melaporkan klub masih menyangkal melakukan pelanggaran dan akan menggunakan jalur banding untuk menentang keputusan Komisi Independen.
Baca Juga: Baru Jadi Bos Man City, Enzo Maresca Bisa Pergi Jika The Citizens Benar-Benar Terdegradasi
Dengan demikian, polemik ini belum memasuki babak terakhir. Putusan bersalah sudah diumumkan, tetapi hukuman dan hasil proses banding masih menunggu.
Sementara itu, komentar Pochettino menambah panas perdebatan mengenai bagaimana Premier League harus merespons kasus yang telah berlangsung hampir satu dekade tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens
- 10Man City Dinyatakan Bersalah, Pochettino Singgung Era Penuh “Tipu Daya” di Premier League










