Banten

Badai Finansial Man City Bisa Jadi Berkah untuk MU: Donnarumma dan Anderson Dibidik?

Aullia Rachma Puteri | 30 September 2026, 22:24 WIB
Badai Finansial Man City Bisa Jadi Berkah untuk MU: Donnarumma dan Anderson Dibidik?
Manager permanen MU, Michael Carrick. - getty images

AKURAT BANTEN - Manchester City sedang berada di tengah badai terbesar dalam sejarah modern klub. Setelah Komisi Independen menyatakan The Citizens bersalah atas pelanggaran serius terhadap regulasi finansial Premier League, spekulasi mengenai masa depan klub dan para pemainnya pun mulai bermunculan.

Salah satu skenario yang ikut menjadi sorotan adalah kemungkinan Manchester United memanfaatkan situasi tersebut untuk memboyong dua pemain City, Gianluigi Donnarumma dan Elliot Anderson.

Premier League pada 29 September 2026 mengumumkan bahwa Komisi Independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial selama periode sembilan musim, 2009/10 hingga 2017/18.

City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dalam investigasi.

Baca Juga: VAR Kembali Jadi Sorotan di Liga Inggris: Gol Haaland, Luis Díaz hingga Penalti Wolves yang Bikin Heboh

Komisi menemukan adanya kontrak komersial yang dianggap tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya, laporan keuangan yang tidak sesuai, serta pelanggaran terhadap batas pengeluaran Premier League dan UEFA.

Menurut Premier League, skema tersebut membuat pendapatan klub dan biaya operasional tampak berbeda lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa.

Namun, satu hal penting, yaitu Manchester City belum dijatuhi hukuman. Sanksi akan ditentukan melalui proses terpisah, sementara City berencana mengajukan banding.

Reuters melaporkan kemungkinan hukuman dapat berkisar dari denda dan pengurangan poin hingga degradasi, tetapi belum ada keputusan final mengenai bentuk maupun beratnya sanksi.

Baca Juga: Lamine Yamal Mengamuk: 2 Gol, 1 Assist, dan Rekor 66 Tahun Spanyol Akhirnya Pecah!

Dalam kondisi terburuk itulah nama Manchester United masuk ke dalam cerita.

Gabriel Agbonlahor menyebut MU bisa mencoba merekrut dua pemain City, yakni Donnarumma dan Anderson.

Menurutnya, jika City benar-benar terdegradasi, situasi tersebut dapat membuat posisi tawar mereka dalam mempertahankan pemain menjadi lebih sulit.

Donnarumma menarik karena MU sebenarnya pernah dikaitkan dengan kiper Italia tersebut sebelum akhirnya sang pemain bergabung dengan Manchester City dari Paris Saint-Germain pada 2025. MU juga membuka pembicaraan terkait Donnarumma pada musim panas 2025.

Baca Juga: Jude Bellingham Dapat Sinyal Besar dari Thomas Tuchel, Ban Kapten Inggris Bisa Segera Berpindah Tangan!

Meski begitu, peluang transfer tersebut kini tidak otomatis terbuka. MU telah memiliki Senne Lammens sebagai kiper, sehingga kebutuhan untuk mendatangkan Donnarumma kembali masih menjadi tanda tanya. Tercatat belum ada kepastian MU akan mengejar sang penjaga gawang.

Sementara Anderson memiliki cerita yang lebih menarik. MU memang pernah mengejarnya ketika masih memperkuat Nottingham Forest.

Pada akhirnya City memenangkan persaingan dan mendatangkan gelandang Inggris tersebut dengan kesepakatan sekitar £116 juta. Anderson bahkan sebelumnya disebut lebih memilih pindah ke Etihad dibanding Old Trafford.

Karena itu, gagasan MU membajak Anderson bukan sepenuhnya muncul dari ruang kosong. Namun, saat ini belum ada laporan mengenai tawaran resmi MU untuk membawanya kembali ke sisi merah Manchester.

Baca Juga: Juventus Kembali Rugi Rp1,3 Triliun, Utang Tembus Rp6,5 Triliun: Langkah Besar Disiapkan!

Situasi City masih jauh dari garis akhir. Klub telah menyatakan akan melawan putusan tersebut melalui jalur banding. Artinya, kemungkinan Donnarumma atau Anderson pindah ke Old Trafford masih berada di wilayah spekulasi.

Jika hukuman berat benar-benar dijatuhkan dan bertahan setelah proses banding, barulah peta masa depan skuad City bisa berubah drastis.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.