Isak Pulang ke Newcastle, Liverpool Malah Diselamatkan Drama Menit ke-99

AKURAT BANTEN– Kepulangan Alexander Isak ke St James’ Park semestinya menjadi salah satu cerita terbesar dalam duel Newcastle United kontra Liverpool. Namun, ketika peluit panjang berbunyi, justru Dominik Szoboszlai yang mencuri seluruh perhatian.
Liverpool nyaris pulang dengan tangan kosong setelah dua kali tertinggal dari Newcastle. Tetapi ketika pertandingan sudah memasuki menit ke-99, drama luar biasa terjadi.
Dominik Szoboszlai maju sebagai algojo penalti dan sukses menaklukkan kiper Newcastle. Gol tersebut membuat Liverpool membawa pulang satu poin setelah pertandingan berakhir 2-2.
Bagi Liverpool, satu poin itu terasa seperti hadiah di ujung pertandingan.
Bagi Newcastle, hasil tersebut justru terasa seperti kemenangan yang terlepas dari genggaman.
Isak memang menjadi pusat perhatian sebelum pertandingan dimulai. Namun ketika drama mencapai menit ke-99, Liverpool menemukan pahlawannya sendiri: Szoboszlai, dengan satu tendangan yang mengubah kemenangan Newcastle menjadi hasil imbang.
Baca Juga: MU Kena Tampar Hull City! Kekalahan 0-2 Bikin Alarm Bahaya Berbunyi
Isak Pulang, St James’ Park Penuh Emosi
Pertandingan ini memang berbeda sejak awal.
Alexander Isak kembali ke markas klub yang pernah membesarkan namanya setelah kepindahannya ke Liverpool. Kepulangan tersebut menjadi salah satu narasi terbesar sepanjang pekan pembuka Premier League.
Apalagi, hubungan Isak dengan pendukung Newcastle tidak sesederhana seorang mantan pemain yang sekadar kembali menghadapi klub lamanya.
Isak pernah menjadi salah satu pemain paling penting Newcastle. Karena itu, kehadirannya dalam seragam Liverpool di St James’ Park membuat atmosfer pertandingan semakin panas.
Sorotan tertuju kepadanya sejak sebelum kick-off.
Namun, ketika pertandingan berlangsung, Isak justru tidak mampu menjadi tokoh utama yang diharapkan.
Laporan Guardian menyebut penampilan Isak dalam laga tersebut cenderung mengecewakan ketika kembali ke Tyneside.
Ironisnya, pemain yang paling banyak dibicarakan sebelum pertandingan justru tidak mencetak gol.
Drama terbesar ternyata datang dari pemain lain.
Baca Juga: Messi Terlibat Keributan di MLS, Ada Insiden dengan Pemain Philadelphia Union
Newcastle Menggigit Sejak Menit Kelima
Newcastle langsung menunjukkan bahwa mereka tidak ingin menjadi figuran dalam cerita kepulangan Isak.
Pertandingan baru berjalan sekitar lima menit ketika Anthony Elanga membawa Newcastle unggul.
Gol cepat tersebut membuat St James’ Park bergemuruh sekaligus memberi tekanan besar kepada Liverpool.
The Magpies bermain agresif dan mampu membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan dengan nyaman.
Liverpool kemudian mencoba mengambil kendali pertandingan.
Namun sampai babak pertama berakhir, Newcastle masih mampu mempertahankan keunggulan 1-0.
Baca Juga: Dari Pesan Cari Lawan hingga Duel 1 vs 1, Begini Tragedi Siswa SMP di Jambi
Liverpool Bangkit, Gakpo Samakan Kedudukan
Memasuki babak kedua, Liverpool meningkatkan tekanan.
Hasilnya datang pada menit ke-54.
Cody Gakpo mencetak gol penyama kedudukan dan membuat skor berubah menjadi 1-1. Liverpool kembali hidup.
Namun pertandingan belum selesai.
Newcastle tidak kehilangan keberanian.
Hanya beberapa menit kemudian, Joe Willock kembali membawa tuan rumah unggul 2-1 pada menit ke-57.
Liverpool kembali berada dalam situasi sulit.
Mereka harus mengejar skor sementara Newcastle semakin percaya diri mempertahankan keunggulan.
Baca Juga: Sempat Berlakon dan Berjoget, Seniman Ketoprak Sarjiyono Mendadak Ambruk di Atas Panggung
Newcastle Sudah Merasa Menang
Semakin mendekati akhir pertandingan, kemenangan Newcastle terasa semakin nyata.
Pendukung tuan rumah terus memberikan tekanan dari tribun.
Sementara itu, Liverpool terus mencari celah.
Waktu normal habis.
Tambahan waktu berjalan.
Dan ketika Newcastle mungkin mulai membayangkan tiga poin sudah berada di tangan, sebuah insiden di kotak penalti mengubah segalanya.
Victor Muñoz dijatuhkan Lewis Hall di area terlarang.
Wasit menunjuk titik putih.
Liverpool mendapatkan penalti.
Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam pertandingan. Laporan Sky Sports menyebut pelanggaran Hall terhadap Muñoz pada menit ke-96 menjadi dasar penalti yang kemudian dieksekusi Szoboszlai.
Menit ke-99: Szoboszlai Jadi Pahlawan Liverpool
Stadion seakan menahan napas.
Dominik Szoboszlai berdiri di depan bola.
Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan.
Satu tendangan bisa menentukan apakah Liverpool pulang tanpa poin atau membawa sesuatu dari markas Newcastle.
Szoboszlai tidak menyia-nyiakannya.
GOOOL!
Bola bersarang di gawang Newcastle.
Skor berubah menjadi 2-2.
Dan yang lebih dramatis, gol tersebut tercipta pada menit ke-99.
Liverpool akhirnya lolos dari kekalahan.
Szoboszlai menjadi penyelamat.
Sementara Newcastle harus menerima kenyataan pahit: kemenangan yang sudah begitu dekat mendadak berubah menjadi satu poin.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Roy Suryo: Serahkan Kesimpulan Praperadilan, Minta Paspor Segera Dikembalikan
Bukan Isak, Justru Szoboszlai yang Mengubah Cerita
Ada ironi besar dari pertandingan ini.
Semua mata tertuju kepada Isak.
Namun Isak bukan pemain yang menentukan hasil pertandingan.
Cody Gakpo mencetak gol pertama Liverpool.
Tetapi Szoboszlai-lah yang benar-benar menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.
Bahkan, situs resmi Liverpool menegaskan penalti Szoboszlai pada menit ke-99 menjadi penyama kedudukan sekaligus menyelamatkan satu poin pada laga pembuka musim.
Cerita yang awalnya diperkirakan menjadi drama tentang Isak akhirnya berubah menjadi drama tentang penalti.
Newcastle Kehilangan Dua Poin?
Dari perspektif Newcastle, hasil ini terasa menyakitkan.
Mereka dua kali memimpin.
Mereka bermain di hadapan pendukung sendiri.
Dan mereka hanya tinggal beberapa detik dari kemenangan.
Namun sepak bola kembali menunjukkan bahwa pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.
Newcastle akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2.
Pelatih baru Matthias Jaissle pun gagal mengawali debut Premier League-nya dengan kemenangan, sementara Andoni Iraola mendapatkan satu poin dalam pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Liverpool.
Baca Juga: Nezar Patria Dorong UMKM Tak Sekadar Go Digital: Kini Harus Go Produktif dan Kompetitif
Liverpool Selamat, Tetapi Ada Alarm yang Harus Diperhatikan
Satu poin memang lebih baik daripada tidak mendapatkan apa-apa.
Namun Liverpool juga tidak boleh menutup mata terhadap persoalan yang terlihat dalam pertandingan.
Mereka kebobolan dua kali dan beberapa kali terlihat rentan ketika Newcastle melakukan serangan cepat.
Analisis The Times bahkan menyoroti kelemahan Liverpool dalam menghadapi transisi cepat dan persoalan pertahanan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Artinya, penalti pada menit ke-99 memang menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.
Tetapi gol tersebut tidak otomatis menyelesaikan semua masalah.
Iraola masih memiliki banyak pekerjaan.
Liverpool harus menemukan keseimbangan antara permainan menyerang yang agresif dengan pertahanan yang lebih disiplin.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Bocah di Dairi, Dua Kakak Beradik Diduga Jadi Korban
Pertandingan Penuh Emosi yang Berakhir Dramatis
Pertandingan Newcastle kontra Liverpool juga berlangsung dalam suasana emosional karena kedua klub memberikan penghormatan kepada legenda Kevin Keegan yang meninggal dunia pada Juli 2026.
Keegan memiliki sejarah kuat dengan kedua klub, baik sebagai pemain maupun pelatih. Penghormatan tersebut membuat pertandingan di St James’ Park semakin sarat emosi.
Dan pertandingan kemudian berlangsung dengan gaya yang seolah cocok dengan atmosfer tersebut: cepat, terbuka, penuh gol, kontroversi, dan berakhir dramatis.
Newcastle mencetak gol lebih dulu.
Liverpool bangkit.
Newcastle kembali unggul.
Kemudian Liverpool menyamakan kedudukan ketika waktu hampir habis.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Disebut Cuma 'Selembar Kertas', Sikap UGM Ini Bikin Polemik Makin Panas
Isak Pulang, Tapi Szoboszlai yang Membawa Pulang Poin
Alexander Isak akhirnya kembali ke tempat yang pernah menjadi rumahnya.
Ia mendapatkan sorotan luar biasa.
Namun bukan Isak yang menentukan pertandingan.
Bukan pula Newcastle yang berhasil merayakan kemenangan.
Nama yang akhirnya paling keras terdengar justru Dominik Szoboszlai.
Satu tendangan dari titik putih pada menit ke-99 mengubah seluruh cerita.
Liverpool pulang membawa satu poin.
Newcastle kehilangan peluang meraih kemenangan.
Dan Isak harus menerima kenyataan bahwa kepulangannya ke St James’ Park tidak berakhir seperti skenario yang sebelumnya dibayangkan banyak orang.
Dari drama kepulangan Isak hingga penalti menit ke-99, Newcastle 2-2 Liverpool menjadi bukti bahwa di Premier League, pertandingan belum pernah benar-benar selesai sampai peluit terakhir berbunyi.
Dan bagi Liverpool, satu poin ini mungkin terasa seperti keberuntungan besar—tetapi sekaligus menjadi peringatan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di awal era baru mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 6Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 7Usai Putusan MK, Ahmad Khozinudin Bawa Bukti Baru ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan Gibran
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








