Sempat Berlakon dan Berjoget, Seniman Ketoprak Sarjiyono Mendadak Ambruk di Atas Panggung

AKURAT BANTEN— Suasana pentas ketoprak di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak berubah menjadi duka. Seniman ketoprak Sarjiyono alias Mbetut (62) dikabarkan meninggal dunia setelah tiba-tiba ambruk ketika sedang tampil di atas panggung.
Yang membuat peristiwa ini semakin menyita perhatian, Sarjiyono sebelumnya masih terlihat berlakon, berjoget, dan beradegan dengan pemeran wanita dalam sebuah pertunjukan ketoprak.
Momen tersebut bahkan sempat terekam kamera dan videonya kemudian beredar di media sosial.
Tidak ada yang menyangka, beberapa saat setelah menjalankan perannya di atas panggung, Sarjiyono justru mengalami kejadian memilukan.
Pentas yang semula berlangsung penuh canda dan hiburan mendadak berubah menjadi kepanikan ketika Sarjiyono tiba-tiba terjatuh dan tidak segera bangkit.
Sempat Berlakon dan Berjoget di Atas Panggung
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kawasan Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
Dalam video yang beredar, tampak sebuah pertunjukan ketoprak digelar pada malam hari. Para pemain menjalankan lakon di atas panggung, sementara di belakang mereka terlihat sejumlah pengrawit dan sinden yang mengiringi pertunjukan dengan musik gamelan.
Sarjiyono menjadi salah satu pemain dalam pementasan tersebut.
Ia tampak mengenakan busana tradisional berupa kebaya bernuansa merah muda dan blangkon. Dalam salah satu adegan, Sarjiyono terlihat berhadapan dengan seorang pemeran wanita.
Keduanya berlakon mengikuti alur cerita yang dimainkan.
Sarjiyono bahkan masih sempat berjoget dan melakukan gerakan khas dalam pertunjukan ketoprak.
Semua tampak seperti bagian dari pertunjukan biasa.
Namun, beberapa saat kemudian suasana berubah.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Roy Suryo: Serahkan Kesimpulan Praperadilan, Minta Paspor Segera Dikembalikan
Mendadak Ambruk di Tengah Pementasan
Saat pementasan masih berlangsung, Sarjiyono tiba-tiba terjatuh di atas panggung.
Dalam rekaman yang beredar, ia terlihat tidak segera bangkit setelah terjatuh. Sejumlah pemain lainnya kemudian mendekat dan berusaha memberikan pertolongan.
Situasi tersebut membuat perhatian di atas panggung seketika tertuju kepada Sarjiyono.
Pertunjukan yang sebelumnya diwarnai dialog, musik gamelan, dan adegan penuh humor berubah menjadi momen yang menegangkan.
Rekaman kejadian itu kemudian menyebar di media sosial dan mengundang perhatian warganet.
Baca Juga: Ibu-ibu di Serpong Jadi Sasaran 6 Begal Sadis, Tangan Bersimbah Darah Usai Antar Anak ke Stasiun
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Setelah kejadian tersebut, Sarjiyono disebut segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, berdasarkan informasi yang beredar, nyawa Sarjiyono disebut tidak berhasil diselamatkan.
Ia kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Kabar tersebut memunculkan kesedihan mendalam, khususnya bagi keluarga, rekan sesama seniman, dan masyarakat yang mengenal kiprah Sarjiyono dalam dunia ketoprak.
Hingga kini, informasi mengenai penyebab medis Sarjiyono tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia tidak sebaiknya disimpulkan hanya berdasarkan video yang beredar. Penyebab pastinya perlu merujuk pada keterangan keluarga, tenaga medis, atau pihak terkait.
Video Kejadian Beredar di Media Sosial
Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas karena momen sebelum Sarjiyono jatuh sempat terekam.
Video memperlihatkan suasana pementasan ketoprak yang awalnya berlangsung normal. Sarjiyono masih menjalankan perannya bersama pemain wanita.
Ia tampak aktif bergerak dan berjoget sebagaimana tuntutan adegan yang dimainkan.
Kemudian, secara tiba-tiba ia terjatuh.
Momen tersebut menjadi bagian yang paling menyita perhatian warganet setelah video beredar.
Sejumlah pengguna media sosial pun menyampaikan ucapan belasungkawa dan doa untuk almarhum.
Bagi para pelaku seni tradisional, panggung bukan sekadar tempat tampil. Di sanalah mereka menghidupkan cerita, menjaga tradisi, sekaligus menghibur masyarakat. Kepergian Sarjiyono meninggalkan duka di tengah dunia seni ketoprak.
Baca Juga: Bola Panas Kasus Suap Menhut Raja Juli: Menguji Nyali KPK di Antara Bayang-Bayang Prabowo-Jokowi
Mengenal Ketoprak, Seni Tradisional Jawa
Ketoprak merupakan salah satu seni teater tradisional Jawa yang memadukan berbagai unsur seni, mulai dari drama, dialog, musik gamelan, tari, tembang, hingga humor.
Cerita yang dimainkan dapat mengambil inspirasi dari legenda, sejarah kerajaan, babad, maupun kisah-kisah yang berkembang di tengah masyarakat Jawa.
Dalam pertunjukan ketoprak, para pemain tidak hanya dituntut mampu berakting, tetapi juga harus mampu membangun suasana dan berinteraksi dengan pemain lain di atas panggung.
Karena itu, pementasan ketoprak sering berlangsung dinamis dan penuh improvisasi.
Begitu pula yang terlihat dalam pertunjukan yang diikuti Sarjiyono sebelum peristiwa memilukan tersebut terjadi.
Kepergian Sarjiyono Tinggalkan Duka
Kabar meninggalnya Sarjiyono alias Mbetut menjadi kabar duka bagi dunia seni tradisional, khususnya ketoprak di Yogyakarta dan sekitarnya.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah pertunjukan yang penuh tawa dan hiburan, para seniman bekerja keras untuk mempertahankan kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Sarjiyono menghabiskan momen terakhirnya dalam sebuah panggung pertunjukan, menjalankan peran yang menjadi bagian dari kecintaannya terhadap seni ketoprak.
Dari atas panggung, ia sempat berlakon dan berjoget seperti biasa.
Tak lama kemudian, semuanya berubah ketika ia mendadak ambruk.
Kini, video singkat tersebut bukan lagi sekadar rekaman sebuah pertunjukan ketoprak. Bagi banyak orang yang menyaksikannya, video itu menjadi momen yang mengingatkan tentang kepergian seorang seniman di tengah panggung yang dicintainya.
Selamat jalan, Sarjiyono alias Mbetut. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 6Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 7Usai Putusan MK, Ahmad Khozinudin Bawa Bukti Baru ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan Gibran
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC




