Banten

Ibu-ibu di Serpong Jadi Sasaran 6 Begal Sadis, Tangan Bersimbah Darah Usai Antar Anak ke Stasiun

Abdurahman | 23 Agustus 2026, 19:00 WIB
Ibu-ibu di Serpong Jadi Sasaran 6 Begal Sadis, Tangan Bersimbah Darah Usai Antar Anak ke Stasiun
Ilustrasi Ibu-ibu di Serpong Jadi Sasaran 6 Begal Sadis, Tangan Bersimbah Darah Usai Antar Anak ke Stasiun (dok ist)

AKURAT BANTEN— Niat mulia seorang ibu untuk mengantar sang buah hati berangkat pagi seketika berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Evi Nurmalasari, seorang ibu rumah tangga di Tangerang Selatan (Tangsel), harus menanggung trauma fisik dan mental usai menjadi korban keberingasan komplotan begal bersenjata tajam.

Tak tanggung-tanggung, korban disergap oleh kawanan penjahat jalanan yang berjumlah enam orang sekaligus di kawasan Buaran, Serpong, Tangsel.

Di tengah sunyinya jam rawan, tangan Evi terpaksa bersimbah darah setelah menepis sabetan celurit kejam para pelaku.

Baca Juga: Penggerebekan Pabrik Uang Palsu di Tangsel Berujung Dramatis, Polisi Terluka dan Rp36 Miliar Uang Palsu Digagalkan

Kronologi Mencekam: Pagi Buta di Rawa Buntu

Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis (20/8) subuh. Sekitar pukul 04.55 WIB, suasana jalanan di kawasan Buaran, Serpong, masih tergolong sepi.

Evi baru saja menuntaskan kewajibannya sebagai seorang ibu: mengantar anaknya menuju Stasiun Rawa Buntu.

Namun, dalam perjalanan pulangnya ke rumah, malang tak dapat ditolak. Laju kendaraan Evi mendadak dipotong secara paksa oleh segerombolan pengendara sepeda motor.

Total ada enam orang pelaku yang diduga telah memetakan situasi dan memang mengincar pengendara yang melintas di jam-jam krusial tersebut.

Panik melanda seketika. Terlebih, korban tidak membawa telepon genggam untuk meminta pertolongan darurat.

Tanpa belas kasihan, komplotan predator jalanan itu langsung melancarkan aksi perampasan. Saat korban mencoba bertahan, salah satu pelaku dengan tega mengayunkan celurit.

Sabetan senjata tajam itu mendarat telak di tangan kanan Evi hingga terluka parah. Seketika, darah segar mengucur, sementara sepeda motor korban raib digasak para pelaku.

Aksi kriminalitas jalanan kini kian beringas dan tidak mengenal waktu. Jam-jam keberangkatan warga menuju stasiun yang semestinya aman, berubah menjadi zona merah penuh ancaman.

Baca Juga: Bola Panas Kasus Suap Menhut Raja Juli: Menguji Nyali KPK di Antara Bayang-Bayang Prabowo-Jokowi

Rekaman CCTV Jadi Kunci, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Beruntung, nyawa Evi berhasil diselamatkan setelah mendapatkan pertolongan cepat dan dilarikan ke rumah sakit (RS Columbia) dengan pengawalan dari pihak kepolisian setempat.

Tak terima dengan perlakuan biadab tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan insiden ini secara resmi ke Polsek/Polres Metro Tangerang Selatan.

Sejumlah alat bukti penting pun diserahkan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) milik sebuah bengkel di sekitar lokasi kejadian yang merekam jelas detik-detik mencekam saat korban disatroni para pelaku.

Korban juga telah menjalani visum et repertum guna memperkuat proses penyidikan hukum.

Baca Juga: Negara Hadir di Tengah Duka, TASPEN Gerak Cepat Serahkan Hak Rp283 Juta untuk Keluarga Almarhumah Guru Korban Kecelakaan KA

Sikap Tegas Kepolisian: 'Pelaku Sedang Kita Kejar!'

Merespons teror jalanan yang meresahkan warga Tangsel ini, jajaran Polres Metro Tangerang Selatan bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memburu para pelaku.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, memastikan bahwa tim penyidik Satreskrim saat ini tengah bekerja maksimal di lapangan guna mengidentifikasi wajah dan identitas seluruh anggota komplotan begal sadis tersebut.

Saat ini tim sedang bekerja dan melakukan penyelidikan atas peristiwanya. Mohon doanya agar segera dan dapat diungkap, tegas Ipda Yudhi Susanto saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik, khususnya para pengguna jalan dan ibu-ibu di wilayah penyangga Jakarta.

Masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk memperketat patroli subuh demi meredam aksi kejahatan jalanan yang kian meresahkan ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman