Banten

Penggerebekan Pabrik Uang Palsu di Tangsel Berujung Dramatis, Polisi Terluka dan Rp36 Miliar Uang Palsu Digagalkan

Abdurahman | 23 Agustus 2026, 17:27 WIB
Penggerebekan Pabrik Uang Palsu di Tangsel Berujung Dramatis, Polisi Terluka dan Rp36 Miliar Uang Palsu Digagalkan
Petugas kepolisian bersenjata lengkap berjaga di depan pintu masuk percetakan uang palsu saat melakukan penggerebekan di Taman Tekno Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Tangerang Selatan, Banten. (Foto: ANTARA)

AKURAT BANTEN— Penggerebekan sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat produksi uang palsu di kawasan industri Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, berlangsung menegangkan.

Seorang perwira polisi bahkan terluka saat petugas berupaya menguasai lokasi dan mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Pengungkapan tersebut dilakukan Unit 2 Subdit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat malam, 21 Agustus 2026.

Perwira yang mengalami luka adalah Kanit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Yulianto Timang.

Ia terluka setelah terkena pecahan kaca ketika tim melakukan penggerebekan di dalam gudang.

Meski mengalami cedera, proses pengungkapan kasus tetap dilanjutkan hingga lokasi berhasil dikuasai.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor D. Mackbon menyebut luka tersebut merupakan risiko yang dihadapi petugas ketika menjalankan penegakan hukum di lapangan.

Baca Juga: Bola Panas Kasus Suap Menhut Raja Juli: Menguji Nyali KPK di Antara Bayang-Bayang Prabowo-Jokowi

Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu Ditemukan

Yang membuat pengungkapan ini menjadi perhatian adalah jumlah barang bukti yang ditemukan polisi.

Dari lokasi, penyidik menemukan sekitar 360.000 lembar uang yang menyerupai pecahan Rp100.000.

Jika dihitung berdasarkan nilai nominalnya, jumlah tersebut mencapai sekitar Rp36 miliar.

Namun, polisi memastikan uang tersebut merupakan hasil produksi palsu dan belum sempat beredar luas di tengah masyarakat.

Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam pengungkapan kasus tersebut karena keberhasilan operasi polisi dinilai telah mencegah potensi kerugian yang jauh lebih besar.

Selain lembaran uang palsu, petugas juga menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksinya.

Barang bukti tersebut antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin ultraviolet (UV), tinta, plat cetak, laptop, telepon seluler hingga bahan baku kertas.

Kelengkapan peralatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di lokasi bukan sekadar percobaan mencetak uang secara sederhana.

Polisi masih mendalami bagaimana seluruh sarana tersebut digunakan dan dari mana bahan-bahan produksinya diperoleh.

Baca Juga: Negara Hadir di Tengah Duka, TASPEN Gerak Cepat Serahkan Hak Rp283 Juta untuk Keluarga Almarhumah Guru Korban Kecelakaan KA

Empat Orang Diamankan

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik kini masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk bagaimana proses produksi dilakukan, siapa yang menyediakan bahan baku, siapa yang mengendalikan kegiatan tersebut, serta apakah terdapat jaringan lain di balik produksi uang palsu tersebut.

Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Pengembangan perkara menjadi penting karena produksi uang palsu dalam jumlah besar umumnya tidak hanya berkaitan dengan proses pencetakan.

Penyidik perlu mengungkap mata rantai mulai dari penyediaan bahan, peralatan, produksi hingga kemungkinan rencana distribusinya.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Bocah di Dairi, Dua Kakak Beradik Diduga Jadi Korban

Uang Palsu Belum Beredar, Masyarakat Diminta Waspada

Polda Metro Jaya menyatakan pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar uang palsu tersebut tidak sampai masuk ke peredaran masyarakat.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati ketika melakukan transaksi menggunakan uang tunai.

Apabila seseorang menerima uang yang diragukan keasliannya, masyarakat sebaiknya tidak langsung menggunakannya kembali.

Kejanggalan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan karena semakin berkembangnya teknologi percetakan dapat membuat tampilan uang palsu semakin sulit dikenali hanya dengan melihat sekilas.

Baca Juga: Marcus Rashford Resmi Kenakan Nomor 9 di Manchester United, Nomor Sakral yang Penuh Sejarah

Polisi Masih Memburu Jejak Jaringan di Baliknya

Kasus ini belum berhenti pada penggerebekan dan penyitaan barang bukti.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap keseluruhan jaringan.

Termasuk menelusuri asal-usul bahan baku, penggunaan peralatan produksi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang memesan atau membantu kegiatan tersebut.

Dengan ditemukannya sekitar 360 ribu lembar uang yang menyerupai pecahan Rp100 ribu, perkara ini menjadi salah satu pengungkapan produksi uang palsu yang mendapat perhatian besar.

Yang juga menjadi sorotan adalah keberhasilan polisi menghentikan aktivitas tersebut sebelum uang palsu dalam jumlah besar itu beredar lebih jauh.

Kini, masyarakat menunggu hasil pengembangan penyidikan untuk mengetahui siapa pengendali sebenarnya, bagaimana jaringan tersebut bekerja, dan untuk apa uang palsu bernilai puluhan miliar itu diproduksi.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman