Banten

Messi Terlibat Keributan di MLS, Ada Insiden dengan Pemain Philadelphia Union

Abdurahman | 23 Agustus 2026, 23:59 WIB
Messi Terlibat Keributan di MLS, Ada Insiden dengan Pemain Philadelphia Union
WAJAH MASAM Inter Miami belum menang di lima laga terakhirnya, teranyar kalah 1-2. Lionel Messi pun bermuka masam (Foto: Getty Images/Megan Briggs)

AKURAT BANTEN— Lionel Messi kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena aksi gemilangnya di lapangan, tetapi kali ini karena sebuah insiden panas yang melibatkan bintang Inter Miami tersebut dengan pemain Philadelphia Union, Quinn Sullivan.

Keributan itu terjadi ketika Inter Miami bertandang ke markas Philadelphia Union di Subaru Park, Rabu, 19 Agustus 2026 waktu setempat. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir dengan skor 2-2.

Yang membuat perhatian publik tertuju kepada Messi adalah insiden pada masa tambahan waktu. Superstar asal Argentina itu terlibat adu mulut dengan Quinn Sullivan sebelum kemudian melakukan kontak dengan bagian belakang kepala atau leher pemain Philadelphia Union tersebut.

Insiden tersebut luput dari hukuman langsung wasit. Namun, rekaman pertandingan kemudian menjadi perhatian Komite Disiplin Major League Soccer (MLS).

Beberapa hari kemudian, MLS akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Messi berupa denda dengan nominal yang tidak diumumkan kepada publik. MLS menyatakan hukuman diberikan karena Messi melanggar kebijakan liga mengenai kontak tangan terhadap wajah, kepala, atau leher pemain lawan.

Di tengah panasnya pertandingan, nama besar Lionel Messi ternyata tidak membuatnya kebal dari aturan MLS. Sebuah gestur singkat di penghujung laga akhirnya berujung sanksi.

Baca Juga: Dari Pesan Cari Lawan hingga Duel 1 vs 1, Begini Tragedi Siswa SMP di Jambi

Bukan Sekadar Pertandingan Biasa

Laga Philadelphia Union kontra Inter Miami sebenarnya sudah berlangsung panas sebelum insiden tersebut.

Kedua tim bermain terbuka. Philadelphia sempat memberikan tekanan serius kepada Inter Miami, sementara Messi kembali menunjukkan perannya sebagai pemain penting bagi klub asal Florida tersebut.

Pertandingan akhirnya berakhir 2-2. Messi mencetak salah satu gol Inter Miami dan juga memberikan assist. Gol tersebut menjadi sangat emosional karena merupakan gol pertamanya setelah meninggalnya sang ayah, Jorge Messi.

Namun, drama belum selesai.

Ketegangan kembali muncul pada penghujung pertandingan dan melibatkan sejumlah pemain kedua kesebelasan.

Dalam insiden lain, pemain Inter Miami Ian Fray juga dikenai denda MLS karena melakukan kontak terhadap area kepala atau leher lawan. Sementara itu, Yannick Bright dari Miami dan Cavan Sullivan dari Philadelphia Union sempat menerima kartu merah dalam keributan yang terjadi pada masa tambahan waktu.

Baca Juga: Sempat Berlakon dan Berjoget, Seniman Ketoprak Sarjiyono Mendadak Ambruk di Atas Panggung

Mengapa Messi Sampai Terlibat?

Menurut laporan sejumlah media, perselisihan Messi dengan Quinn Sullivan bermula ketika keduanya terlibat kontak dan saling beradu kata.

Messi kemudian terlihat melakukan kontak dengan bagian belakang kepala Sullivan. Pemain Philadelphia Union tersebut lantas membalas dengan mendekatkan wajahnya kepada Messi sebelum situasi akhirnya dilerai.

Yang menarik, Messi tidak mendapatkan kartu pada momen tersebut.

Namun MLS memiliki mekanisme peninjauan terhadap insiden yang terjadi di lapangan. Setelah melihat rekaman pertandingan, Komite Disiplin kemudian memutuskan bahwa tindakan Messi masuk dalam kategori pelanggaran terhadap kebijakan kontak fisik di area kepala dan leher lawan.

MLS tidak mengumumkan berapa besar denda yang harus dibayar Messi.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Rp3,5 Miliar yang Menyeret Ruben Onsu Jadi Tersangka, Bermula dari Pinjaman hingga Gagal Temukan Titik Temu

Messi Tidak Diskors

Kabar baik bagi Inter Miami, sanksi yang diberikan kepada Messi berupa denda, bukan larangan bermain.

Artinya, Messi tidak harus absen karena hukuman tersebut.

Hal ini tentu menjadi kabar penting bagi Inter Miami yang masih membutuhkan kontribusi pemain berusia 39 tahun itu dalam persaingan MLS.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya Messi mendapatkan hukuman disiplin selama bermain di MLS. Ia sebelumnya juga pernah dikenai denda setelah terlibat insiden dengan staf New York City FC pada 2025.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Rp3,5 Miliar yang Menyeret Ruben Onsu Jadi Tersangka, Bermula dari Pinjaman hingga Gagal Temukan Titik Temu

Drama Berlanjut Setelah Peluit Panjang

Keributan dalam pertandingan tersebut tidak berhenti pada Messi dan Sullivan.

Cavan Sullivan, adik Quinn Sullivan, sempat menerima kartu merah dalam insiden lain. Namun hukuman kartu merah tersebut kemudian dibatalkan setelah Philadelphia Union mengajukan banding dan Independent Review Panel memenangkan banding mereka.

Dengan keputusan tersebut, Cavan Sullivan dinyatakan tetap memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan berikutnya melawan Austin FC.

Situasi ini membuat laga Philadelphia Union versus Inter Miami menjadi salah satu pertandingan MLS yang paling ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Roy Suryo: Serahkan Kesimpulan Praperadilan, Minta Paspor Segera Dikembalikan

Messi Tetap Jadi Magnet Utama

Terlepas dari kontroversi tersebut, pertandingan itu kembali menunjukkan betapa besar daya tarik Messi di sepak bola Amerika Serikat.

Stadion Subaru Park dipenuhi penonton ketika Inter Miami datang membawa sang megabintang. Pertandingan bahkan berlangsung di hadapan lebih dari 19.000 penonton.

Messi pun tetap memberikan kontribusi besar secara teknis.

Ia mencetak gol, membuat assist, dan membantu Inter Miami meraih satu poin dalam pertandingan yang berlangsung penuh drama.

Namun kali ini, sorotan terhadap Messi tidak hanya datang karena kemampuan kaki kirinya.

Satu gestur emosional di penghujung pertandingan justru membuatnya harus menerima hukuman dari MLS.

Baca Juga: Ibu-ibu di Serpong Jadi Sasaran 6 Begal Sadis, Tangan Bersimbah Darah Usai Antar Anak ke Stasiun

Dari Gol Emosional hingga Sanksi

Ada sisi lain yang membuat kisah pertandingan ini semakin menarik.

Sebelum insiden terjadi, Messi sebenarnya sedang menjalani salah satu malam yang penuh emosi. Ia mencetak gol pertamanya setelah kepergian sang ayah, Jorge Messi.

Gol tersebut menjadi momen personal bagi Messi.

Tetapi hanya beberapa saat kemudian, namanya kembali muncul dalam pemberitaan karena insiden dengan Sullivan.

Dua sisi berbeda dari seorang Lionel Messi terlihat dalam satu pertandingan: seorang pemain yang masih mampu menentukan pertandingan di usia 39 tahun, sekaligus seorang pesepak bola yang tetap bisa terseret emosi dalam panasnya pertandingan.

Dan pada akhirnya, MLS memberikan pesan yang jelas: nama sebesar Lionel Messi sekalipun tetap berada di bawah aturan kompetisi.

Messi didenda. Tidak diskors. Tetapi insiden tersebut kembali mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola bukan hanya tentang gol dan kemenangan—emosi di lapangan juga memiliki konsekuensi.

Fakta Singkat

  • Pertandingan: Philadelphia Union vs Inter Miami

  • Kompetisi: Major League Soccer (MLS)

  • Tanggal: 19 Agustus 2026

  • Hasil: 2-2

  • Pemain yang terlibat: Lionel Messi dan Quinn Sullivan

  • Sanksi Messi: Denda dengan nominal tidak diumumkan

  • Larangan bermain: Tidak ada

  • Insiden lain: Ian Fray juga didenda

  • Kartu merah: Yannick Bright dan Cavan Sullivan sempat diusir

  • Perkembangan terbaru: Kartu merah Cavan Sullivan kemudian dibatalkan melalui banding.

Catatan jurnalistik: Sejumlah laporan media menggunakan istilah “menampar”, sementara keterangan resmi MLS menyebut pelanggaran sebagai kontak tangan terhadap area wajah/kepala/leher lawan. Karena itu, artikel ini menggunakan istilah “kontak” agar tetap presisi terhadap keputusan disipliner resmi MLS.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman