Banten

Bukan Kurang Uang, Mengapa Raksasa Sekelas Manchester City Bisa Hancur-hancuran Cari Gelandang Baru?

Abdurahman | 22 Agustus 2026, 11:05 WIB
Bukan Kurang Uang, Mengapa Raksasa Sekelas Manchester City Bisa Hancur-hancuran Cari Gelandang Baru?
Foto Ilustrasi : Raksasa Sekelas Manchester City Bisa Hancur-hancuran Cari Gelandang Baru (dok Ist)

AKURAT BANTEN-Era baru telah resmi dimulai di Etihad Stadium. Namun, bagi Manchester City, transisi pasca-era Pep Guardiola ternyata membawa turbulensi yang lebih kencang dari yang dibayangkan.

Alih-alih melenggang mulus di bursa transfer dengan kekuatan finansial yang nyaris tak terbatas, The Citizens justru tampak "kepayahan" dan terjebak dalam labirin rumit perburuan gelandang baru.

Pertanyaan besar yang kini menggantung di benak penggemar sepak bola adalah: Bagaimana mungkin sebuah tim elite dengan sumber daya finansial masif bisa keculitan setengah mati hanya untuk mendapatkan kepingan pengisi lini tengah?

Bursa transfer musim panas ini adalah cermin kejam bagi Manchester City. Ketika uang triliunan rupiah tidak lagi menjadi jaminan untuk mendatangkan pemain, saat itulah mereka menyadari bahwa posisi mereka sebagai penguasa Premier League kini sedang diuji di pasar yang semakin agresif dan protektif.

Baca Juga: Bikin Darah Tinggi! Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca di Kandang Harimau Demi Konten, Warganet: Blacklist Saja!

Eksodus Bintang: Fondasi yang Retak

Transformasi skuad musim panas ini tergolong masif. Manchester City tidak sekadar melepas pemain pelapis, mereka kehilangan pilar fundamental.

Rodri telah memilih tantangan baru di Barcelona, Bernardo Silva kembali ke pelukan Real Madrid, sementara Tijjani Reijnders dilepas ke Al Qadsiah.

Lubang yang ditinggalkan bukan sekadar ruang kosong, melainkan hilangnya identitas permainan.

Enzo Maresca, yang memikul tanggung jawab besar sebagai suksesor Guardiola, kini harus berpacu dengan waktu sebelum peluit kick-off Liga Inggris 2026/2027 dibunyikan.

Baca Juga: Pasar Sungai Duri Luluh Lantak: 50 Ruko Habis, Kerugian Tembus Rp70 Miliar!

Dinding Tebal di Hadapan Incaran Utama

Perburuan City di bursa transfer kali ini terasa seperti membentur dinding.

Nama-nama besar yang dibidik nyatanya sulit didaratkan ke Etihad:

  • Enzo Fernandez: Menjadi target utama, namun Chelsea mematok harga fantastis sebesar 120 juta paun (sekitar Rp 2,8 triliun). The Blues bahkan memberikan tenggat waktu yang membuat negosiasi ini menjadi drama yang sangat berlarut-larut dan melelahkan.

  • Adam Wharton & Alex Scott: Upaya City mengejar talenta muda ini pun sia-sia. Klub pemilik, Crystal Palace dan Bournemouth, bersikap sangat protektif dan terang-terangan ogah melepas aset berharga mereka musim panas ini.

Baca Juga: Darurat Sepak Bola Dunia! Tagar 'InfantinoOut' Menggema, Suporter Kompak Desak Presiden FIFA Mundur

Harapan Terakhir di Ujung Bursa

Di tengah kebuntuan, secercah harapan mulai muncul. Ayyoub Bouaddi dari Lille dikabarkan hampir pasti akan merapat, dengan hanya menyisakan tahap akhir tes medis dan penandatanganan kontrak.

Selain itu, nama Manu Kone dari AS Roma muncul sebagai alternatif segar dengan nilai transfer yang jauh lebih masuk akal, yakni di kisaran 51 juta paun.

Apakah langkah-langkah darurat ini akan menjadi solusi bagi City? Atau, justru ini adalah bukti bahwa dominasi mereka di lantai bursa mulai luntur seiring dengan berakhirnya era emas di lapangan?

Dunia sepak bola kini menanti manuver terakhir The Citizens di detik-detik penutupan bursa transfer bulan depan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman