LEGENDA Pesepakbola Indonesia RONNY PATTINASARANY

AKURAT BANTEN - PSM Makassar adalah klub sepakbola tertua di Indonesia tentu memiliki deretan legenda pemain yang kiprahnya tersimpan baik di hati para penggemar skuad berjuluk Pasukan Ramang salah satunya adalah Ronny Pattinasarany.
Ronny Pattinasarany begitu terkenal bahkan menjadi salah satu legenda yang pernah dimiliki oleh Indonesia dan PSM Makassar, Dia menjadi tembok kokoh di barisan belakang TIMNAS yang tidak pernah tergantikan di posisinya, Nah bagaimana kisahnya ? Check it out!
Kala itu Ronny Pattinasarany kecil banyak menghabiskan waktu bermain bolanya di lapangan Karebosi yang memang menjadi tempat munculnya pemain-pemain hebat dari Tanah Makassar, Pada usia 17 tahun Ronny Pattinasarany yang bakatnya sebagai seorang bek dan gelandang bertahan mulai terpantau oleh pemandu bakat PSM Makassar.
Pada tahun 1966 Ronny Pattinasarany akhirnya bisa masuk ke skuad junior PSM Makassar hingga tahun 1968. Nah di tahun 1968 itulah Ronny Pattinasarany kemudian mampu menembus skuad senior.
Baca Juga: Sejarah dan Penemu SEPAK BOLA, sampai Menjadi Olahraga Populer di Dunia
Selama 12 tahun berkontribusi untuk klub akhirnya pada usia 25 tahun dia terpilih menjadi kapten termuda dalam Sejarah PSM Makasar dan tahun 1970 hingga 1980 dimana era keemasannya telah melambungkan TIMNAS Indonesia sebagai raksasa sepakbola Asia.
Namanya mulai dikenal publik sepak bola nasional karena gaya permainan Ronny yang elegan mengandalkan permainan cepat dan keras atau umpan pendek dan jauhnya yang akurat.
Ronny piawai dalam merebut bola dari kaki lawan, Ia melakukannya dengan cara halus dan tidak mencederai lawan.
Alhasil Ronny Pattinasarany meraih sejumlah penghargaan individu bergengsi di antaranya :
- Olahragawan Terbaik Nasional tahun 1976 dan 1981
- Pemain Terbaik Galatama tahun 1979 dan 1980,
- Meraih Medali Perak SEA Games 1979 dan 1981 bersama Timnas Indonesia.
- Pemain All Star Asia tahun 1982
Tahun 1982, Ronny memutuskan untuk gantung sepatu dan beralih profesi sebagai seorang pelatih. Selama menjadi pelatih, ada beberapa klub yang pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya Seperti Persiba Balikpapan, Krama Yudha Tiga Berlian, Persita Tangerang, Petrokimia Gresik, Makassar Utama, Persitara Jakarta Utara dan Persija Jakarta.
Namun prestasi terbaik yang pernah ditorehkan Ronny adalah ketika menangani Petrokimia Putra sukses mempersembahkan beberapa trofi bagi klub tersebut antara lain membawa Petrokimia meraih Juara Surya Cup, Petro Cup, dan runner-up Tugu Muda Cup.
Sekitar tahun1990-an, Ronny yang pada saat itu digadang-gadang akan menjadi salah satu pelatih terbaik, dan secara mengejutkan mengucapkan pamit dari dunia persepakbolaan Indonesia serta memutuskan untuk berhenti menjadi pelatih Petrokimia Putra Gresik.
Profil Ronny Pattinasarany:
- Nama lengkap: Ronny Pattinasarany
- Tanggal lahir: 9 Februari 1949
- Tempat lahir: Makassar, Sulsel
- Tanggal meninggal: 19 September 2008 (umur 59)
- Posisi bermain: Center Back/midfielder
Karier junior:
- 1966–1968 PSM Makassar
Karier senior:
- 1968–1978 PSM Makassar
- 1978–1982 Warna Agung
- 1973–1981 Tim nasional
Jabatan Non Pemain:
- Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI 2006
- Wakil Ketua Komdis 2006
- Tim Monitoring Timnas 2007
Penghargaan Sebagai Pemain:
- Pemain Asia All Star (1982)
- Olahragawan Terbaik Nasional (1976 dan 1981)
- Pemain Terbaik Galatama (1979 dan 1980)
- Medali Perak SEA Games (1979 dan 1981)
Karier Pelatih:
- Petrokimia Juara Surya Cup
- Petrokimia Juara Petro Cup
- Petrokimia menjadi runner-up Tugu Muda Cup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









