Arena Kuda Pacu Bertaraf Internasional Dibangun di Pulomas, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

AKURAT BANTEN - Jakarta bersiap menjadi tuan rumah berbagai ajang pacuan kuda internasional dengan dimulainya pembangunan arena pacuan kuda berstandar global di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.
Proyek ambisius ini digagas oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) dengan nilai investasi yang fantastis, mencapai Rp1,7 triliun atau sekitar 100 juta dolar AS.
Baca Juga: Beckham Putra Dapat Panggilan Timnas: Gantikan Septian di TC Bali, 23 Pemain Sudah Gabung
Dewan Pembina PP Pordasi, Engel Glendy Sahanggamu, mengungkapkan bahwa proyek tersebut kini sudah memasuki tahap konstruksi awal. Selain itu, pihaknya juga sedang aktif menjalin komunikasi dengan para calon investor yang tertarik berkolaborasi dalam proyek ini.
“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan investor, termasuk dari Uni Emirat Arab dan Singapura, untuk membangun arena pacuan kuda ini. Semua ini demi mendukung visi Pak Presiden Prabowo dalam mengembangkan olahraga berkuda,” ujar Engel dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Lautan Bobotoh Banjiri Bandung, Pawai Juara Persib Berlangsung Meriah dan Tertib
Engel yang juga merupakan pemilik PT Equinara Global Prima menjelaskan bahwa pembangunan ini akan memberi dampak luas, bukan hanya untuk kemajuan olahraga berkuda nasional, tetapi juga terhadap roda ekonomi nasional. Ia menyebut arena tersebut nantinya siap menjadi panggung kejuaraan dari level nasional hingga internasional.
Baca Juga: Usai Juara Liga 1, Pemprov Dedi Mulyadi Dorong Persib Tembus Level Asia
“Arena ini tidak hanya akan memfasilitasi atlet berkuda, tapi juga jadi pemantik perputaran ekonomi. Event-event internasional yang digelar di sini jelas akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa proyek ini murni dibangun melalui skema investasi swasta, tanpa mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini, menurut Engel, mencerminkan semangat kontribusi nyata dari sektor swasta untuk kemajuan olahraga nasional.
Baca Juga: PBSI Gelar Ujian Akreditasi Nasional untuk 15 Calon Wasit Bulu Tangkis di Jakarta
“Penting untuk diketahui, proyek senilai Rp1,7 triliun ini sama sekali tidak menggunakan dana negara. Kami sepenuhnya mengandalkan mitra dan investor yang punya visi sama dengan kami,” tegas Engel.
Selain fasilitas pacuan kuda, arena ini juga dirancang dengan berbagai infrastruktur pendukung yang memadai, seperti istal berkuda, tribun penonton berkapasitas besar, hingga fasilitas pelatihan atlet. Hal ini dilakukan demi menjadikan arena Pulomas sebagai pusat olahraga berkuda kelas dunia di Asia Tenggara.
Baca Juga: Timnas Voli Indonesia Gaspol 2025: Siap Hadapi Malaysia, Lanjut ke Piala Dunia
“Kami bekerja bukan hanya demi olahraga, tapi untuk bangsa dan masa depan. Ini bentuk kecintaan kami kepada Indonesia, dan kami ingin arena ini jadi kebanggaan nasional,” tutup Engel dengan optimis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa






