Banten

Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Indonesia, Ini yang Disiapkan untuk Masa Depan Digital

Viona Sebastian Nolani | 27 September 2026, 13:35 WIB
Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Indonesia, Ini yang Disiapkan untuk Masa Depan Digital
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 Miliar di Indonesia. - Komdigi

AKURAT BANTEN - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut positif komitmen investasi Microsoft senilai USD 1,7 miliar di Indonesia.

Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), serta ekosistem digital nasional.

Meutya menilai investasi Microsoft perlu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kapasitas teknologi Indonesia.

Manfaat tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, hingga peningkatan kemampuan industri teknologi dalam negeri.

Baca Juga: BRIN Ungkap Strategi Baru Cegah Karhutla, AI dan Desa Jadi Kunci Utama

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026).

Menurut Meutya, perkembangan ekonomi digital Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Infrastruktur digital tersebut juga diharapkan dapat berkembang secara inklusif seiring meningkatnya penggunaan teknologi di berbagai sektor.

Atas dasar itu, pemerintah ingin Microsoft memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi dan inovasi digital di kawasan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lauk, Jamur Ternyata Punya Kandungan Protein hingga 35 Persen

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” ungkapnya.

Meutya menegaskan bahwa investasi di sektor teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan nasional.

Kolaborasi bersama Microsoft diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi institusi, pelaku bisnis, pengembang, dan perusahaan teknologi lokal untuk meningkatkan kompetensi.

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari AI, teknologi cloud, keamanan siber, hingga tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Pemerintah juga mendorong agar program peningkatan keterampilan digital diselaraskan dengan kebutuhan industri.

Langkah tersebut penting agar talenta digital yang dihasilkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mendapatkan akses terhadap kesempatan kerja dan pengembangan karier.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” tutur Meutya.

Dalam sektor AI, pemerintah turut menjelaskan upaya Indonesia dalam menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional.

Salah satu langkahnya dilakukan melalui penyusunan rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI.

Kerangka tersebut ditujukan untuk menciptakan arah pengembangan AI yang etis, aman, inklusif, serta bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelas Meutya.

Pertemuan tersebut juga membahas isu pelindungan anak dalam lingkungan digital.

Pembahasan turut mencakup implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Meutya mengajak Microsoft memperkuat kerja sama dengan menerapkan prinsip keamanan sejak tahap awal perancangan teknologi.

Pengembangan teknologi yang bertanggung jawab juga dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, kemitraan jangka panjang dengan Microsoft diharapkan ikut mendukung agenda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapabilitas teknologi dan daya saing digital nasional.

“Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia,” pungkas Meutya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.