Banten

Budi Arie Bikin Geger, PSI Tuding Ada Upaya Adu Domba Prabowo-Jokowi: 'Jangan Jebak Pak Jokowi!'

Abdurahman | 26 Agustus 2026, 16:01 WIB
Budi Arie Bikin Geger, PSI Tuding Ada Upaya Adu Domba Prabowo-Jokowi: 'Jangan Jebak Pak Jokowi!'
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (ketiga dari kiri) bersama mantan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan relawan beberapa waktu lalu. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

AKURAT BANTEN – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi soal kemungkinan terjadi “percepatan” sebelum Pemilu 2029 berbuntut panjang.

Ucapan yang disampaikan Budi Arie dalam sebuah forum, ketika dirinya duduk di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), sontak menjadi sorotan dan memicu berbagai spekulasi politik.

Budi Arie sebelumnya menyebut memiliki “insting” bahwa dinamika politik bisa bergerak lebih cepat dari 2029.

Ia juga mengajak peserta forum untuk tidak hanya berpikir mengenai skenario politik menuju Pemilu 2029, tetapi mempersiapkan kemungkinan terjadinya “percepatan sejarah”.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons keras dari sejumlah politikus, termasuk elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI bahkan menilai pernyataan Budi Arie berpotensi menyeret nama Jokowi dan menciptakan kesan seolah-olah ada persoalan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: John Herdman Dapat Ultimatum Tak Terduga, Andre Rosiade: Gagal Juara, Ganti Nil Maizar!

PSI Soroti Pernyataan Budi Arie di Samping Jokowi

Ketua DPP PSI Bestari Barus menjadi salah satu pihak yang paling keras menanggapi pernyataan Budi Arie.

Menurut Bestari, persoalan utamanya bukan hanya isi pernyataan tentang kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.

Yang menjadi sorotan adalah kapan, di mana, dan dalam situasi seperti apa pernyataan tersebut disampaikan.

Budi Arie menyampaikan pandangan itu ketika Jokowi berada di sampingnya.

Dalam video yang kemudian beredar luas, Budi Arie bahkan mengaku telah membisikkan kepada Jokowi mengenai “insting” bahwa situasi politik dapat bergerak lebih cepat dari 2029.

Situasi tersebut membuat pernyataannya kemudian ditafsirkan ke berbagai arah.

PSI menilai jangan sampai posisi Jokowi dalam video tersebut justru digunakan untuk memberikan kesan bahwa mantan presiden itu mengetahui atau menyetujui gagasan mengenai perubahan politik sebelum 2029.

Jangan sampai kehadiran Pak Jokowi di samping Budi Arie justru dimaknai sebagai restu. Jangan jebak Pak Jokowi dalam narasi yang bukan sikap beliau.

Bestari bahkan menegaskan bahwa Jokowi tidak memberikan persetujuan terhadap pernyataan Budi Arie tersebut.

Baca Juga: Viral! Banjarbaru Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 10 Meter, Warga Mulai Cemas

PSI Tuding Ada Potensi Adu Domba Jokowi-Prabowo

Polemik kemudian memasuki wilayah yang lebih sensitif.

PSI menilai pernyataan Budi Arie dapat menimbulkan persepsi yang berpotensi mengganggu hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo.

Bestari menyebut waktu dan cara penyampaian pernyataan tersebut patut disayangkan karena hubungan Jokowi dan Prabowo selama ini menjadi salah satu perhatian penting dalam dinamika politik nasional.

Atas dasar itu, PSI menilai narasi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum 2029 jangan sampai menjadi alat untuk mempertentangkan kedua tokoh tersebut.

Namun, penting ditegaskan bahwa tudingan adanya upaya adu domba merupakan penilaian politik PSI, bukan fakta yang telah dibuktikan.

Dengan demikian, publik tetap perlu membedakan antara pernyataan Budi Arie, interpretasi PSI, dan fakta politik yang dapat diverifikasi.

Baca Juga: Praperadilan Keempat Roy Suryo Ditolak! Hakim Ungkap Alasan, Status Perkara Kini Jadi Sorotan

Budi Arie Akhirnya Minta Maaf

Di tengah semakin panasnya polemik, Budi Arie akhirnya memberikan klarifikasi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia meminta maaf karena pernyataannya menimbulkan spekulasi dan salah penafsiran di tengah masyarakat.

Budi Arie menegaskan bahwa pernyataan mengenai kemungkinan “percepatan” sebelum 2029 merupakan analisis dan pandangan pribadinya.

Ia juga secara eksplisit membantah bahwa pernyataan tersebut berkaitan dengan Jokowi.

Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo.

Budi Arie juga menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut.

Klarifikasi ini menjadi perkembangan penting dalam polemik tersebut.

Sebab, sebelumnya keberadaan Jokowi di samping Budi Arie membuat pernyataan tentang “lebih cepat dari 2029” mudah ditafsirkan sebagai pesan politik yang berkaitan dengan Jokowi.

Kini Budi Arie sendiri telah menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pandangan pribadinya.

Baca Juga: Budi Arie Singgung 'Lebih Cepat dari 2029' di Depan Jokowi, Demo 27 Agustus Jadi Sorotan

Bukan Sinyal dari Jokowi?

Pernyataan Budi Arie tersebut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di media sosial.

Kehadiran Jokowi dalam forum tidak otomatis berarti mantan Presiden tersebut menyetujui setiap pernyataan yang disampaikan oleh orang lain.

Hal ini menjadi penting karena video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian momen pertemuan dan kemudian menjadi bahan tafsir politik.

PSI sendiri menyatakan Jokowi tidak memberikan persetujuan terhadap pernyataan Budi Arie.

Sementara Budi Arie melalui klarifikasinya menegaskan pernyataannya tidak memiliki hubungan dengan Jokowi.

Dengan demikian, sampai saat ini tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pernyataan Budi Arie merupakan pesan resmi Jokowi.

Baca Juga: Geger! CCTV Diduga Rekam Aksi Tak Senonoh 2 Pegawai Pemprov Sumbar, Ini Kata Sekda

PSI Juga Tegaskan Budi Arie Bukan Bagian dari PSI

Polemik tersebut juga membuat PSI merasa perlu memperjelas posisi organisasinya.

PSI menegaskan Budi Arie bukan bagian dari struktur partai tersebut.

Artinya, berbagai pernyataan politik Budi Arie tidak dapat dianggap sebagai sikap PSI.

Penegasan itu penting di tengah derasnya spekulasi politik yang mengaitkan berbagai tokoh dan partai dalam isu perubahan politik menuju 2029.

PSI ingin memastikan bahwa publik tidak keliru menghubungkan sikap partai dengan pernyataan pribadi Budi Arie.

Baca Juga: Frenkie de Jong Dicoret dari Kapten Barcelona, Raphinha Naik Takhta: Hansi Flick Bongkar Alasannya

Mengapa Pernyataan 'Lebih Cepat dari 2029' Jadi Sensitif?

Kalimat tersebut menjadi sensitif karena menyentuh persoalan yang sangat fundamental dalam politik Indonesia: kapan pergantian kekuasaan terjadi.

Dalam video yang beredar, Budi Arie membandingkan kemungkinan situasi saat ini dengan perubahan besar pada masa lalu.

Ia menyebut adanya kondisi sosial dan ekonomi yang menurutnya dapat menjadi bagian dari dinamika perubahan politik.

Budi Arie kemudian mengajak para peserta forum untuk tidak hanya memikirkan Pemilu 2029, tetapi juga menyiapkan kemungkinan jika terjadi perubahan yang lebih cepat.

Pernyataan itu kemudian viral dan memunculkan beragam tafsir.

Bahkan, isu tersebut tidak hanya mendapat respons dari PSI. Partai lain juga ikut memberikan pandangan mengenai pernyataan Budi Arie.

Baca Juga: Chelsea Menang 3-2 atas Fulham, Xabi Alonso Bongkar Alasan Caicedo dan Palestra Mendadak Absen

Bola Panas Politik Belum Berhenti

Permintaan maaf Budi Arie memang memberikan klarifikasi, tetapi belum tentu langsung mengakhiri polemik.

Sebab, publik sudah terlanjur memperdebatkan satu pertanyaan besar: apa sebenarnya maksud di balik pembicaraan mengenai “percepatan” sebelum 2029?

Budi Arie telah menjawab bahwa itu merupakan analisis pribadinya.

PSI pun telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemungkinan munculnya persepsi bahwa Jokowi terseret dalam isu tersebut.

Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Jokowi secara resmi mendukung gagasan perubahan politik sebelum 2029.

Karena itu, narasi mengenai “adu domba Prabowo-Jokowi” harus tetap ditempatkan sebagai tudingan atau penilaian politik, bukan kesimpulan yang sudah terbukti.

Polemik Budi Arie memperlihatkan betapa cepat sebuah pernyataan politik dapat berkembang menjadi isu nasional ketika melibatkan nama Jokowi dan Prabowo.

Di satu sisi, Budi Arie sudah meminta maaf dan menjelaskan bahwa pernyataannya merupakan pandangan pribadi.

Di sisi lain, PSI menganggap cara penyampaian pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan politik, terutama karena Jokowi berada di lokasi yang sama.

Pada akhirnya, publik masih harus menunggu apakah polemik ini berhenti setelah klarifikasi Budi Arie atau justru berkembang menjadi perdebatan politik baru.

Yang jelas, satu kalimat tentang “lebih cepat dari 2029” kini telah membuka babak baru perdebatan politik nasional—dan nama Jokowi serta Prabowo ikut terseret ke dalam pusaran tersebut. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman