Ade Armando Tinggalkan PSI Usai Diterpa Polemik Laporan 40 Ormas, Pilih Mundur Demi Selamatkan Partai

AKURAT BANTEN - Kader Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari PSI di tengah sorotan publik terkait laporan hukum yang diajukan puluhan organisasi masyarakat terhadap dirinya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ade dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.
Dalam keterangannya, Ade menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan dipicu perselisihan internal dengan partai, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi agar polemik yang menyeret namanya tidak berdampak lebih jauh pada PSI.
Baca Juga: Trump Sesumbar Kapal Iran Dihancurkan, Teheran Balas Bantah 'Apa yang Sebenarnya Terjadi?'
“Saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” ujar Ade.
Ade mengungkapkan bahwa dirinya selama ini telah terbiasa menghadapi kritik, kontroversi, maupun pelaporan hukum akibat pernyataan-pernyataan yang ia sampaikan di ruang publik.
Namun kali ini, menurutnya, situasi berkembang lebih jauh karena bukan hanya dirinya yang menjadi sasaran, melainkan juga PSI sebagai institusi politik.
Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan polemik tersebut untuk menyerang dan merusak citra partai.
“Masalahnya pada saat yang sama ternyata ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu,” katanya.
Ade membantah keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya, termasuk narasi bahwa dirinya melakukan provokasi, hasutan, maupun fitnah terhadap Jusuf Kalla.
Baca Juga: Saling Klaim di Tengah Laut: AS Sebut 6 Kapal Iran Tenggelam, Teheran Tertawakan Narasi Pentagon!
Menurutnya, kritik yang ia sampaikan melalui kanal Cokro TV merupakan pandangan pribadi bersama timnya dan sama sekali tidak mewakili sikap resmi PSI.
“PSI bahkan tidak tahu bahwa saya membuat video tersebut,” tegasnya.
Ia juga memastikan siap menghadapi proses hukum jika dipanggil aparat penegak hukum.
Baca Juga: Trump Sesumbar Kapal Iran Dihancurkan, Teheran Balas Bantah 'Apa yang Sebenarnya Terjadi?'
“Kalau saya dipanggil oleh polisi saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” ungkap Ade.
Lebih jauh, Ade menyampaikan keprihatinannya atas meluasnya serangan yang juga menyasar sejumlah kader PSI lain, termasuk Grace Natalie.
Ia menilai tekanan terhadap PSI menjelang agenda politik mendatang dapat menghambat perjuangan partai jika dirinya tetap berada di dalam struktur kader.
Baca Juga: Saling Klaim di Tengah Laut: AS Sebut 6 Kapal Iran Tenggelam, Teheran Tertawakan Narasi Pentagon!
Karena itu, ia memilih mundur agar segala kritik atau pernyataan pribadinya di masa depan tidak lagi dikaitkan dengan PSI.
“Kalaupun saya masih melakukan kritik-kritik yang tidak bisa diterima pihak tertentu, tolong jangan serang PSI-nya,” tuturnya.
Ade menekankan bahwa statusnya selama ini hanya sebagai kader biasa, bukan pengurus partai, sehingga seluruh pandangan yang ia sampaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
Sebelumnya, Persatuan Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama yang mengklaim terdiri dari 40 organisasi melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut berkaitan dengan polemik unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla yang dinilai menimbulkan persepsi menyesatkan di tengah masyarakat.
Kuasa hukum pelapor, Gurun Arisastra, menyebut laporan diajukan karena adanya narasi yang dianggap dibangun dari potongan video tidak utuh.
Baca Juga: Trump Sesumbar Kapal Iran Dihancurkan, Teheran Balas Bantah 'Apa yang Sebenarnya Terjadi?'
“Telah melaporkan tiga figur Ade Armando, lalu Permadi Arya, dan juga Grace Natalie,” kata Gurun.
Pengunduran diri Ade Armando pun menjadi langkah politik penting yang menunjukkan upayanya meredam tekanan terhadap PSI, sekaligus memisahkan persoalan pribadinya dari masa depan partai menjelang kontestasi politik berikutnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Messi Pensiun, Argentina Tak Berani Berikan Nomor 10 kepada Siapa Pun! Ini Alasan Scaloni
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





