Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta

AKURAT BANTEN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem pengawasan kesehatan di pintu masuk negara dengan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan karantina di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Penguatan tersebut ditandai dengan peresmian Pos Pelayanan Kesehatan Balai Besar Karantina Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Selasa (18/8/2026).
Benjamin mengatakan, keberadaan fasilitas kesehatan di bandara memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Terlebih, Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu akses utama masuknya penumpang dari berbagai negara ke Indonesia.
"Setiap hari, sekitar 150 ribu penumpang datang dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta," kata Benjamin.
Menurut dia, tingginya mobilitas penumpang tersebut membuat kemampuan deteksi dini penyakit, pelayanan medis hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan harus diperkuat.
Baca Juga: Nyaris Ricuh! 21 Penyusup Berbawa Molotov Ditangkap Polisi Sebelum Demo Mahasiswa Meledak
Pos pelayanan kesehatan itu didukung sekitar 200 tenaga yang terdiri atas tenaga kesehatan dan sumber daya manusia lainnya.
Pelayanan diberikan tidak hanya kepada penumpang di terminal, tetapi juga mencakup area VIP dan VVIP, termasuk penumpang yang baru tiba dari luar negeri.
Selain pelayanan medis, fasilitas tersebut kini diperkuat laboratorium dengan standar Biosafety Level 2 (BSL-2).
Laboratorium itu memungkinkan pemeriksaan terhadap virus dilakukan langsung di lingkungan bandara.
Dia juga menegaskan, Kemenkes mendorong penguatan fasilitas serupa di sejumlah bandara besar lainnya.
Dua bandara yang menjadi perhatian di antaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
"Dengan diresmikannya pos pelayanan kesehatan ini, kita memperkuat deteksi dini dan penanganan orang yang sakit, sekaligus mencegah masuknya penyakit melalui bandara," ujar Benjamin.
Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, mengatakan pos pelayanan kesehatan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mendukung pemeriksaan hingga penanganan penumpang yang mengalami gangguan kesehatan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akhirnya Bicara Soal Tanggal Pensiun, Musim Ini Jadi Babak Terakhir?
Fasilitas itu meliputi ruang triase, ruang pemeriksaan, ruang observasi, ruang karantina dan laboratorium. Untuk kondisi darurat, tersedia pula EKG, AED, monitor, emergency kit hingga ambulans.
Naning menyebut kemampuan laboratorium menjadi salah satu penguatan utama karena pemeriksaan yang tersedia tidak hanya berupa rapid test.
"Laboratorium kita mempunyai kemampuan pemeriksaan molekuler, bukan hanya rapid test. Pemeriksaan molekuler ini jauh lebih sensitif," ujarnya.
Baca Juga: Siapa Celine Olivia? Pembawa Baki Upacara HUT RI di Istana yang Ternyata Berprestasi di Bidang Seni!
Lebih lanjut Naning mengatakan, melalui pemeriksaan tersebut, penumpang yang menunjukkan gejala penyakit tertentu dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis secara lebih akurat.
Kata dia, ruang karantina disiapkan untuk menangani penumpang yang terkonfirmasi mengalami penyakit menular.
"Fasilitas karantina juga dilengkapi sistem penyaringan dan dekontaminasi udara menggunakan teknologi, termasuk HEPA filter. Sistem tersebut ditujukan untuk menekan risiko penyebaran virus maupun bakteri di dalam ruangan," ungkapnya.
Selain itu, kata Naning sistem pendingin udara dibuat terpisah dan tidak menggunakan AC sentral. Pengaturan tersebut dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran agen infeksi melalui sirkulasi udara dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
Baca Juga: MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
"Penguatan fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta menjadi bagian dari langkah pemerintah memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk negara. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi penyakit sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia terhadap potensi masuknya penyakit menular dari luar negeri," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur











