Terungkap! Kronologi Dokter Icha Meninggal, Dugaan Intimidasi oleh Keluarga Anggota DPRD Jadi Sorotan Publik

AKURAT BANTEN – Kabar duka datang dari dunia kesehatan. Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Perumahan RSS Baumata, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/6/2026).
Kepergian dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu itu menyita perhatian publik.
Pasalnya, sebelum meninggal, dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis setelah mendapat intimidasi saat menjalankan tugas menangani pasien.
Baca Juga: Kabur dari Panggilan Penyidik, Tersangka Penganiayaan Caddy Golf Akhirnya Ditangkap
Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya melalui unggahan akun Threads @dokter.emergency yang menyebut dr. Icha tetap bekerja sesuai prosedur operasional standar (SOP), namun justru mendapat tekanan ketika bertugas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, dr. Icha. Dokter IGD di Kefamenanu, NTT. Kerja sesuai SOP. Diintimidasi saat bertugas. Menangis di shift-nya sendiri. Dua minggu kemudian, pergi untuk selamanya. Semoga Allah merahmati beliau,” tulis unggahan dari akun Threads @dokter.emergency pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Peristiwa yang diduga menjadi awal tekanan terhadap dr. Icha terjadi pada 13 Juni 2026. Saat itu, ia sedang bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu dan menerima pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu yang mengalami gigitan ular.
Pasien tersebut diketahui merupakan kerabat anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar.
Dalam proses penanganan, dr. Icha disebut telah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pasien belum direkomendasikan menerima vaksin antibisa.
Selain pertimbangan medis tersebut, pihak rumah sakit juga dikabarkan tidak memiliki stok vaksin antibisa yang diminta keluarga pasien.
Baca Juga: Apes! Dua Terduga Curanmor Diciduk Saat Melintas di Razia Polsek Pinang
Diduga Diintimidasi Saat Menjalankan Tugas
Paman dr. Icha, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa keponakannya diduga mendapat perlakuan intimidatif dari dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Menurut Victor, salah seorang pria sempat melontarkan protes dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah dr. Icha karena tidak menerima penjelasan medis yang diberikan.
Insiden itu disebut meninggalkan trauma mendalam bagi dr. Icha. Setelah kejadian, kondisi psikologisnya dikabarkan menurun hingga memengaruhi kesehatan fisik dan membuatnya harus menjalani perawatan.
"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterima saat bertugas," ujar Victor.
Wafatnya dr. Icha memicu gelombang simpati dari kalangan tenaga kesehatan di berbagai platform media sosial. Banyak rekan sejawat menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis saat menjalankan tugas.
Sejumlah tenaga kesehatan menilai peristiwa yang dialami dr. Icha menjadi pengingat bahwa dokter dan tenaga medis membutuhkan jaminan keamanan ketika memberikan pelayanan kepada pasien.
Baca Juga: Belanja Sewa Hotel Pemkab Serang Tembus Rp8,3 Miliar, Mahasiswa Minta Bupati Evaluasi Anggaran
Ungkapan duka dan keprihatinan terus mengalir. Banyak warganet berharap kejadian serupa tidak kembali terulang serta mendorong adanya perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan dari tindakan intimidasi maupun kekerasan saat bertugas.
Hingga kini, kabar mengenai dugaan intimidasi terhadap dr. Icha masih menjadi perhatian publik dan menuai berbagai respons dari masyarakat maupun komunitas tenaga kesehatan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik





