Tak Hanya Juda Agung, Adies Kadir Juga Resmi Jadi Hakim MK, Tegaskan Komitmen Jaga Konstitusi

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi dalam upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. Pelantikan ini menandai dimulainya masa tugas Adies sebagai penjaga konstitusi di lembaga yudikatif tertinggi bidang ketatanegaraan.
Adies Kadir ditunjuk menggantikan Arief Hidayat yang telah memasuki masa purnatugas sejak Selasa, 3 Februari 2026. Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan lembaga negara, jajaran menteri, serta undangan terbatas.
Baca Juga: Resmi Dilantik Prabowo, Juda Agung Sah Jadi Wamenkeu Gantikan Thomas Djiwandono
Dalam prosesi pelantikan, Adies Kadir mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Ia berjanji menjalankan tugas sebagai hakim konstitusi dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban hakim konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” kata Adies saat mengucapkan sumpah jabatan.
Baca Juga: Profil hingga Jejak Panjang Juda Agung, Ekonom BI yang Kini Dipercaya Jadi Wakil Menteri Keuangan
Usai pelantikan, Adies menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi memiliki peran strategis dalam sistem ketatanegaraan. Menurutnya, MK bukan hanya berfungsi sebagai pengadil perkara konstitusi, tetapi juga sebagai penjaga ideologi negara.
“Mahkamah Konstitusi bertugas menjaga dan menafsirkan konstitusi. Itu amanah undang-undang dan itulah yang akan saya jalankan,” ujar Adies kepada awak media.
Ia menambahkan, seluruh putusan dan sikap yang diambilnya sebagai hakim MK akan berlandaskan hukum dan konstitusi, tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Baca Juga: KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Kasus Pengurusan Impor Bea Cukai
Terkait latar belakangnya sebagai politikus Partai Golkar, Adies menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi. Ia menyatakan tidak akan terlibat dalam penanganan perkara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Saya pastikan tidak akan ikut campur atau terlibat apabila ada perkara yang berkaitan dengan Golkar. Independensi hakim adalah prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Tak Bisa Revitalisasi Sentra Kuliner Laksa, Terkendala Status Lahan Kemenkumham
Dengan dilantiknya Adies Kadir, Mahkamah Konstitusi diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsi pengawasan konstitusional, khususnya di tengah dinamika politik dan hukum nasional yang terus berkembang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






