Banten

Polisi Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Meski Kasus Dihentikan

Moehamad Dheny Permana | 31 Januari 2026, 20:39 WIB
Polisi Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Meski Kasus Dihentikan

Akurat Banten - Kepolisian masih melakukan penelusuran mendalam terkait asal-usul tabung gas berwarna merah muda atau dikenal sebagai whip pink yang ditemukan di apartemen pemengaruh media sosial Lula Lahfah di Jakarta Selatan.

Meski perkara utama telah dihentikan pada tahap penyelidikan, aparat memastikan pengusutan terhadap peredaran dan penggunaan tabung N2O tersebut tetap berjalan secara terpisah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa hingga kini penyidik belum menemukan bukti transaksi pembelian tabung tersebut.

“Kalau bukti pembelian kita masih belum dapatkan, tetapi penyelidik sudah mendalami dari mana asal-usul barang itu dikirim,” kata Budi.

Ia menegaskan, pendalaman tidak berhenti meski kasus yang menjerat Lula Lahfah tidak berlanjut ke tahap penyidikan.

Menurut Budi, kepolisian bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba serta Kementerian Kesehatan untuk memantau potensi penyalahgunaan tabung N2O di masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi, khususnya di kalangan anak muda dan figur publik.

Baca Juga: Pemerintah Alihkan Pengelolaan 28 Perusahaan Bermasalah ke BUMN demi Tata Kelola dan Lapangan Kerja

Tabung whip pink tersebut diketahui ditemukan di kamar asisten almarhum saat tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selain tabung gas, penyidik juga menemukan sejumlah barang lain yang kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.

Satu tabung whip pink dengan berat sekitar 2.050 gram diamankan untuk dilakukan pemeriksaan DNA sentuhan atau touch DNA.

Tak hanya itu, polisi turut menyita satu kotak berwarna pink yang berisi 44 tablet obat-obatan untuk kepentingan pemeriksaan forensik.

Budi menyebut hingga saat ini proses digital forensik masih terus berjalan untuk menelusuri jejak pengiriman barang tersebut.

“Iya, masih, kalau digital forensik masih dilakukan,” ujarnya.

Terkait isu yang berkembang di publik mengenai dugaan overdosis, pihak kepolisian dengan tegas membantah kabar tersebut.

Budi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penjelasan kepada pihak berwenang.

“Tujuan kita menyampaikan berita yang tidak bias, isu-isu di luar itu ayo kita hormati keluarga almarhum, kita jaga simpati dan empati,” katanya.

Sebelumnya, polisi juga menemukan bercak darah di dalam unit apartemen yang ditempati Lula Lahfah di kawasan Jakarta Selatan.

Penemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan awal setelah Lula Lahfah dinyatakan meninggal dunia.

Pada malam kejadian, aparat dari Polres Metro Jakarta Selatan mendapati obat-obatan dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen tersebut.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih mengatakan temuan itu tercatat saat petugas melakukan pengecekan pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” ujar Murodih.

Baca Juga: MK Soroti Usang UU Keselamatan Kerja dan Minta DPR serta Presiden Segera Lakukan Evaluasi

Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, polisi menegaskan tetap membuka ruang pengembangan apabila ditemukan fakta baru di kemudian hari.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Proses pemantauan peredaran tabung whip pink diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang berpotensi disalahgunakan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.