Tak Punya Pilihan Selain Bertahan, Warga Periuk Damai Hidup Berdamai dengan Banjir

AKURAT BANTEN - Banjir tahunan telah membentuk cara hidup warga Periuk Damai, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Alih-alih bersiap menyambut musim hujan dengan rasa aman, warga justru hidup dalam kewaspadaan permanen.
Hujan tidak lagi dimaknai sebagai berkah, melainkan sinyal bahaya yang bisa datang kapan saja dan menenggelamkan sekitar 250 rumah setiap tahun.
Ancaman banjir yang berulang membuat sebagian warga memilih beradaptasi dengan cara ekstrem. Perabot kayu dan barang elektronik perlahan disingkirkan dari rumah.
Baca Juga: Loker Raksasa Januari 2026: Garudafood Buka Banyak Posisi, Lulusan SMA Hingga S1 Langsung Daftar!
Bagi mereka, menyimpan barang berharga justru dianggap berisiko karena air bisa naik sewaktu-waktu. Kenyamanan hidup pun menjadi sesuatu yang sulit diraih.
Keinginan untuk pindah ke tempat yang lebih aman sebenarnya ada. Namun keterbatasan ekonomi dan minimnya pilihan hunian membuat banyak warga tak punya alternatif selain bertahan di kawasan rawan banjir tersebut.
Kondisi itu dirasakan langsung oleh Satun (49), ibu dua anak yang telah menetap di Periuk Damai sejak 2010. Rumah yang ia beli dengan harga Rp 50 juta ternyata berada di wilayah langganan banjir.
Baca Juga: Viral Tuduhan Es Kue Spons, Oknum TNI Polri Akhirnya Minta Maaf ke Pedagang
Kepada wartawan, Satun mengaku musibah mulai datang tak lama setelah ia menempati rumah tersebut.
"Saya beli rumah ini tahun 2010, tahun 2011 itu di sini sudah mulai banjir. Dan tinggi airnya juga lumayan lebih dari satu meter," katanya, saat ditemui di sela-sela membersihkan rumah dari tumpukan lumpur, Rabu (28/1/26).
Pengalaman itu menjadi titik awal kesadaran bahwa banjir bukan peristiwa insidental, melainkan siklus yang terus berulang. Seiring waktu, intensitasnya pun kian terasa.
"Dari tahun itu, setiap tahun itu banjir memang, tapi kalau untuk banjir besar begini terjadi tiap lima tahun sekali," ucapnya.
Baca Juga: Siswa SMP Indonesia Bersinar di Forum PBB Muda Asia, Borong Penghargaan Bergengsi di Kuala Lumpur
Berbagai upaya dilakukan Satun untuk meminimalkan dampak banjir, salah satunya dengan meninggikan bangunan rumah.
Namun langkah tersebut belum mampu memberikan rasa aman sepenuhnya, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Sejak banjir besar pertama yang ia alami, Satun memilih mengubah kebiasaan hidupnya. Ia tak lagi membeli perabot berbahan kayu atau peralatan elektronik yang rentan rusak jika terendam air.
"Apalagi kami kan jarang di rumah, saya kerja, suami kerja, anak juga kerja. Jadi kalau banjir gini kita gak terlalu khawatir ada yang rusak," ungkapnya.
Baca Juga: Jutaan Warga Usia Produktif Belum Tersentuh Perbankan LPS Pasang Target Ambisius
"Bahkan lemari aja kita sekarang beli yang plastik, soalnya mau di simpan di lantai atas juga tetap saja kena banjir," jelasnya.
Di tengah keterbatasan yang ada, Satun berharap ada solusi jangka panjang agar banjir tak terus menjadi ancaman tahunan bagi warga Periuk Damai.
Ia menilai sejumlah upaya pemerintah sudah dilakukan, namun belum sepenuhnya menjawab persoalan.
Baca Juga: Delapan Warga China Diamankan Imigrasi Cirebon Diduga Bekerja dengan Visa Kunjungan
"Mudah-mudahan sih pemerintah bisa cari solusi, soalnya ini kan banjirnya bukan sekali dua kali, tapi udah sering. Walaupun sebenarnya pemerintah sudah ninggiin jembatan dan buat tanggul, tapi ya mudah-mudahan bisa dicari solusi lain," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 8Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









