Banten

Update Tragedi Longsor Cisarua: 16 Nyawa Melayang, Puluhan Warga Masih Tertimbun Misteri Tanah Labil

Saeful Anwar | 25 Januari 2026, 14:19 WIB
Update Tragedi Longsor Cisarua: 16 Nyawa Melayang, Puluhan Warga Masih Tertimbun Misteri Tanah Labil

AKURAT BANTEN– Duka mendalam menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hingga Minggu siang (25/1/2026), proses evakuasi besar-besaran terus dilakukan menyusul musibah longsor dahsyat yang menerjang wilayah tersebut.

Laporan terbaru mengonfirmasi jumlah korban tewas kini telah bertambah menjadi 16 orang.

Suasana haru pecah di Puskesmas Pasirlangu yang kini disulap menjadi Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Isak tangis keluarga pecah saat satu per satu kantong jenazah tiba untuk diidentifikasi.

Baca Juga: Kado Spesial HUT ke-33: Warga Kota Tangerang Banjir Diskon Pajak PBB dan BPHTB!

Total 16 Kantong Jenazah Dievakuasi, Tim DVI Kerja Keras

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa hingga pukul 12.00 WIB, tim gabungan telah mengevakuasi total 16 kantong jenazah.

Angka ini meningkat signifikan dari data awal yang mencatat 11 korban.

"Dari 16 kantong jenazah yang kami terima, terdapat temuan yang cukup memprihatinkan berupa potongan tubuh. Tim DVI terus bekerja ekstra untuk mencocokkan data antemortem dengan jenazah yang ditemukan," ujar Kombes Pol Hendra di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, tujuh jenazah telah berhasil teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Sementara itu, empat jenazah lainnya masih dalam proses rapat identifikasi akhir sebelum dipulangkan.

Baca Juga: ‘Mih, Abi Berangkat Ya’: Pesan WA Terakhir Dwi Murdiono, Mekanik Pesawat ATR yang Tak Pernah Kembali

Nasib 60 Warga Masih Dipertanyakan

Berdasarkan data kependudukan yang dihimpun, tercatat ada 113 warga yang terdampak langsung oleh material longsor.

Meski 23 orang dinyatakan selamat, angka pencarian masih menyisakan kekhawatiran besar.

"Masih ada sekitar 60-an korban yang hingga kini statusnya masih dalam pencarian. Tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan relawan tidak akan berhenti hingga seluruh warga ditemukan," tegas Hendra.

Baca Juga: Siap Jadi Pegawai BUMN? Bank BTN Buka Rekrutmen Besar-besaran 2026, Intip Posisi dan Benefit Mewahnya!

Tantangan Medan: Tanah Labil dan Cuaca Tak Menentu

Proses evakuasi di Desa Pasirlangu bukanlah perkara mudah.

Medan yang curam ditambah kondisi tanah yang masih sangat labil menjadi ancaman nyata bagi para relawan di lapangan.

Alat berat dikerahkan dengan sangat hati-hati untuk menghindari pergeseran tanah susulan yang bisa membahayakan tim penyelamat.

Bencana hidrometeorologi di awal tahun 2026 ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan di zona merah rawan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat tajam di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Jakarta Siaga 1! Pintu Air Angke Hulu Berstatus Bahaya, 154 RT Mulai Terendam Banjir

Dukungan Pemerintah Pusat

Tragedi ini juga mendapat perhatian serius dari tingkat nasional.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan telah meminta seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan memastikan penanganan pengungsi serta logistik di lapangan berjalan optimal tanpa hambatan (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman