Trump Klaim Iran di Ambang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz Segera

AKURAT BANTEN - Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi Iran.
Ia menyebut situasi internal Iran saat ini berada pada titik yang sangat genting dan mendekati kehancuran.
Dalam unggahannya, Trump mengaku menerima informasi yang diklaim berasal langsung dari pihak Iran.
Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional
Ia menuliskan bahwa Iran menyampaikan kondisi mereka yang disebut sudah hampir runtuh.
“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi 'nyaris runtuh',” tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Selain itu, Trump juga menyebut Iran meminta Amerika Serikat segera membuka kembali Selat Hormuz.
Menurutnya, permintaan tersebut berkaitan dengan upaya Iran dalam menangani krisis kepemimpinan di dalam negeri.
Trump bahkan menilai Iran masih memiliki peluang untuk menyelesaikan permasalahan internal tersebut.
Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai bentuk komunikasi antara kedua pihak.
Baca Juga: ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global
Hingga saat ini, pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.
Klaim Trump muncul di tengah laporan ketidakpuasan dirinya terhadap usulan Iran soal penghentian konflik.
Laporan menyebutkan bahwa proposal itu dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Situasi dan dihadiri sejumlah pejabat penting Amerika Serikat.
Sumber anonim menyebutkan Trump telah menerima pengarahan lengkap terkait rencana tersebut.
Dalam proposalnya, Iran disebut meminta agar blokade terhadap pelabuhan mereka segera dihentikan.
Iran juga mengusulkan perpanjangan gencatan senjata agar bisa dijadikan kesepakatan jangka panjang.
Selain itu, Iran mendorong pembukaan kembali jalur negosiasi nuklir setelah pembatasan maritim dicabut.
Namun demikian, isu utama mengenai program nuklir Iran tidak masuk dalam pembahasan proposal tersebut.
Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional
Di sisi lain, ketegangan kawasan meningkat setelah operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Konflik tersebut dilaporkan telah menimbulkan lebih dari 3.300 korban jiwa menurut otoritas Iran.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah aset militer AS di kawasan.
Di tengah eskalasi tersebut, gencatan senjata sementara sempat diberlakukan dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 8Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








