Polda Metro Dalami Human Error di Balik Tragedi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi

AKURAT BANTEN - Polda Metro Jaya kini memprioritaskan penyelidikan terhadap kemungkinan kelalaian manusia dalam insiden tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang mengguncang kawasan Bekasi Timur pada Senin malam.
Selain dugaan human error, aparat kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya gangguan teknis pada sistem komunikasi perkeretaapian yang diduga turut berperan dalam tragedi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung secara menyeluruh.
Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Air Keras Andrie Yunus, Fakta Mengejutkan Keterlibatan 4 Oknum TNI Terungkap
"Penyelidikan kami fokus pada dua hal utama, yakni kemungkinan kelalaian manusia dan kendala sistem. Semua masih dalam proses pendalaman," ujar Budi.
Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, penyidik berencana memeriksa sejumlah pihak penting, termasuk pengemudi taksi online yang kendaraannya diduga menjadi pemicu awal insiden serta para masinis dari kedua kereta yang terlibat.
Pemeriksaan dilakukan guna menyusun kronologi lengkap sejak awal kejadian hingga benturan maut terjadi.
Peristiwa tragis ini bermula ketika sebuah kendaraan taksi online mengalami gangguan di perlintasan sebidang Jalan Ampera dan berhenti tepat di jalur rel.
Kondisi tersebut memaksa KRL yang sedang melintas untuk berhenti mendadak.
Situasi kemudian berubah menjadi bencana saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi menghantam bagian belakang KRL yang tertahan di jalur.
Benturan keras menyebabkan kerusakan berat pada rangkaian kereta serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data sementara menunjukkan total 106 korban terdampak dalam kecelakaan ini.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 46 korban masih menjalani perawatan intensif, sementara 44 lainnya telah diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Tokoh Islam Siapkan Gugatan Hukum atas Dugaan Fitnah terhadap Jusuf Kalla
Jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang.
"Penambahan korban meninggal dunia menjadi perhatian kami. Kami berharap tidak ada lagi korban tambahan," kata Budi.
Di samping investigasi teknis, polisi terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi di lapangan, serta melakukan olah TKP secara detail.
Baca Juga: Tokoh Islam Siapkan Gugatan Hukum atas Dugaan Fitnah terhadap Jusuf Kalla
Polda Metro Jaya memastikan proses hukum berjalan terbuka dan profesional.
Jika ditemukan unsur kelalaian serius, penetapan tersangka tidak akan dikesampingkan.
Sementara itu, penanganan medis dan dukungan psikologis bagi korban selamat maupun keluarga korban meninggal tetap menjadi fokus utama.
Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Air Keras Andrie Yunus, Fakta Mengejutkan Keterlibatan 4 Oknum TNI Terungkap
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang demi mencegah tragedi serupa terjadi kembali.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 8Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








