Detik Detik Imam Masjid di Depok Wafat Saat Pimpin Salat Subuh, Jemaah Sempat Panik

AKURAT BANTEN - Suasana tenang Salat Subuh di sebuah masjid di kawasan Rangkapan Jaya, Depok, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika sang imam tiba-tiba terjatuh di tengah ibadah.
Adnan yang berusia 63 tahun diketahui tengah memimpin salat seperti biasa sebelum akhirnya mengalami insiden pada rakaat kedua yang mengejutkan para jemaah.
Momen tersebut terjadi saat rangkaian salat hampir memasuki sujud kedua, ketika kondisi tubuhnya mendadak kehilangan keseimbangan dan mulai condong ke samping.
Baca Juga: Dana Rp28 Miliar Umat Gereja Dipastikan Kembali, BNI Janjikan Pengembalian Secepatnya
Jemaah yang berada di belakangnya sempat terkejut melihat perubahan gerakan imam yang tidak seperti biasanya dalam suasana yang sebelumnya berlangsung khusyuk.
"Salat itu seperti biasa, setelah pembacaan doa qunut. Saat bangun dari sujud pertama dan hendak sujud kedua, kondisi badan beliau sudah miring," ujar Herman.
Dalam situasi mendesak tersebut, salah satu makmum segera mengambil alih posisi imam agar salat tetap dapat diselesaikan dengan tertib hingga salam.
Baca Juga: Isu Fusi Gerindra dan NasDem Dibantah Keras Elite Parlemen, Publik Diminta Tak Berspekulasi
Pergantian imam berlangsung cepat dan tanpa banyak komunikasi, mencerminkan kesiapan jemaah dalam menghadapi kondisi darurat di tengah ibadah.
Setelah salat dituntaskan, perhatian seluruh jemaah langsung tertuju pada Adnan yang terbaring dan membutuhkan pertolongan segera.
Beberapa orang langsung bergerak cepat memberikan bantuan awal sambil menghubungi tenaga medis dari fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan, Tantang Kekuatan Sekutu AS
Upaya pertolongan dilakukan dengan sigap, termasuk memanggil dokter dan perawat agar korban dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
"Langsung ada pertolongan, memanggil dokter dari klinik terdekat agar segera mendapatkan penanganan. Ada dokter dan dua tenaga perawat," lanjut Herman.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, kondisi Adnan tidak dapat diselamatkan setelah diperiksa oleh tenaga medis yang datang ke lokasi.
Baca Juga: AS Pamer Bukti! Foto Kapal Iran Disita Beredar, Blokade Laut Resmi Diperketat
Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi jemaah yang mengenalnya sebagai sosok yang aktif dan konsisten dalam beribadah.
Kepergian mendadak tersebut menjadi pukulan emosional bagi banyak pihak, terutama bagi mereka yang terbiasa melihatnya berada di saf terdepan.
Herman mengungkapkan rasa kehilangan yang begitu terasa, mengingat peran Adnan tidak hanya sebagai imam tetapi juga sebagai teladan di lingkungan masjid.
Baca Juga: Bawa-Bawa Nama Jusuf Kalla, Firdaus Oiwobo Minta JK Tak Terpancing Narasi Roy Suryo
"Merasa kehilangan jemaah saya dan plus imam saya, begitu cepat dipanggil, walaupun kita tidak bisa nahan ya," ucapnya.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Kehadiran Adnan selama ini memberikan contoh nyata tentang kedisiplinan dan ketekunan dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
Baca Juga: Dana Rp28 Miliar Umat Gereja Dipastikan Kembali, BNI Janjikan Pengembalian Secepatnya
Ia juga dikenal selalu hadir lebih awal dan konsisten memimpin salat, sehingga kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dapat berubah dalam sekejap, bahkan di momen yang paling sakral sekalipun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9BGN Intip Sistem Makan Gratis Jepang, Ada Model Central Kitchen untuk MBG
- 10Sekolah Bisa Kasih Bintang untuk SPPG, BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG






