Ramai Isu Bantuan Beras Rp60 Ribu per Kilo untuk Korban Bencana, Wamentan Beri Klarifikasi

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi terkait informasi yang sempat ramai di media sosial soal harga bantuan pangan beras untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera yang disebut mencapai Rp60 ribu per kilogram. Ia menegaskan informasi tersebut keliru dan hanya terjadi kesalahan penulisan pada satuan.
Menurut Sudaryono, angka Rp60 ribu yang beredar bukan untuk 1 kilogram, melainkan untuk satu paket berisi 5 kilogram. Ia memastikan tidak ada skema bantuan beras satuan 1 kilogram karena penyaluran pemerintah selalu menggunakan kemasan standar 5 kilogram.
“Saya mau jelaskan, itu kan sempat ramai dibilang satu kilo beras Rp60 ribu. Itu salah. Bukan satu kilo, tapi satu pack. Satu pack itu lima kilo,” ujar Sudaryono dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia lingkup Kementan di Jakarta.
Dengan harga Rp60 ribu per paket, maka nilai beras bantuan tersebut setara Rp12.500 per kilogram. Sudaryono menegaskan perhitungan anggaran bantuan tidak bermasalah dan tidak merugikan masyarakat. Kekeliruan murni terkait penulisan informasi awal yang salah satuannya.
Ia menambahkan, pemerintah memastikan bantuan beras yang disalurkan kepada warga terdampak bencana benar-benar memenuhi standar dan didistribusikan secara tepat sasaran. Mekanisme penyaluran dilakukan sesuai prosedur nasional serta diawasi oleh berbagai pihak.
Baca Juga: UMP Banten 2026 Berpotensi Naik Tinggi, Pekerja Siap Dapat Gaji Lebih Besar?
Sudaryono juga menegaskan bahwa Kementan tidak mungkin menyalurkan bantuan hanya 1 kilogram, karena tidak sesuai standar logistik bantuan bencana dan akan menyulitkan distribusi di lapangan.
Melalui klarifikasi ini, Kementan berharap masyarakat tidak salah memahami harga bantuan dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak lengkap. Ia meminta publik untuk mengutamakan verifikasi sebelum menyimpulkan sesuatu, terutama terkait bantuan pemerintah.
“Substansi anggarannya benar, dan tidak ada yang dirugikan,” tegasnya. Ia memastikan program bantuan tetap berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pemulihan warga di wilayah bencana.
Baca Juga: Waspada Galbay Pinjol Meledak 2025, Utang Bisa Jadi 10 Kali Lipat
Sudaryono juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan akurat agar tidak muncul kesalahpahaman baru. Transparansi, kata dia, menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap program-program penanganan bencana.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi 1.200 ton beras bantuan agar proses di lapangan benar-benar berlangsung transparan dan tepat sasaran.
Partisipasi publik dianggap penting karena wilayah terdampak memerlukan pemulihan cepat dan dukungan yang terkoordinasi. Kementan berharap klarifikasi ini mengakhiri spekulasi serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






