Banten

Setahun Laporan Berjalan, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Kosambi Tangerang Masih Mandek di Kepolisian

Irsyad Mohammad | 19 November 2025, 09:45 WIB
Setahun Laporan Berjalan, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Kosambi Tangerang Masih Mandek di Kepolisian

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun, warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, masih belum menemui titik terang. Sudah hampir setahun sejak laporan dibuat, namun hingga kini belum adanya penetapan tersangka.

Hal ini membuat keluarga korban semakin terpukul, terutama sang ibu yang terus menuntut keadilan.

Korban, sebut saja Bunga, menceritakan rangkaian peristiwa yang dialaminya pada Juni 2023 lalu pada saat dia berumur 13 tahun. Saat itu, ia diajak temannya, untuk makan di sebuah restoran seafood di Tangerang.

Baca Juga: Istri Wiranto Meninggal Dunia Fakta Mengejutkan di Balik Kepergian Rugaiya Usman Terungkap

Di tempat tersebut, hadir juga sosok pria yang dipanggil Koko, kenalan Temannya yang dikenalkan pada Bunga.

"Awalnya itu temen saya ngajak makan di restoran seafood, saya pikir cuma makan doang gak apa-apa, disana saya ngobrol aja sama temen saya, nah si koko nya ini diem aja," cetusnya

Selepas makan, Bunga tak pernah menyangka bahwa perkenalan itu menjadi awal dari pengalaman traumatisnya.

Baca Juga: HEBOH! Patung Bung Karno di Alun-Alun Indramayu ‘Patah Leher’ Diterpa Angin Kencang, Ternyata Ini Penyebabnya!

Temannya sempat mengirim pesan teks kepada Bunga, memberi tahu bahwa pria bernama Koko tersebut menyukainya dan menginginkan sesuatu yang tidak pantas (berhubungan badan).

"Temen saya ngchat, ngasi tau kalo koko suka sama dia dan ngajak berhubungan badan, saya tolak," ucapnya.

Setelah Bunga menolak dengan tegas tak lama berselang, Koko (pria yang menyukainya) turut menghubunginya dengan pesan serupa.

Baca Juga: Dokumen Diburamkan, Bonjowi Pertanyakan Transparansi Tanda Terima Ijazah Jokowi dari UGM

"Koko itu juga ngchat saya, dia bilang langsung, 'Apakah kamu mau berhubungan seks dengan saya' (isi pesan koko diceritakan bunga, red), saya gak bisa," kata Bunga

Bunga kembali menolak. Namun, tekanan tidak berhenti. Bahkan di rumah, Temannya terus mendesaknya agar memenuhi permintaan pria itu.

"Setelah itu saya balik, terus temen saya bilang, 'ini si kokoh udah gw bilang lu bisa, dia udah di jalan' (isi pesan teman bunga), saya balik," katanya.

Setelah itu, Temannya mengajak Bunga untuk main ke kos miliknya. Ditengah perjalanan sebelum tiba, mereka berhenti di sebuah minimarket untuk membeli minuman kemasan.

Sesampainya di kos, Teman Bunga memberikan minuman tersebut kepada Bunga dan kemudian setelah meminumnya, Bunga mengaku langsung kehilangan kesadaran.

Baca Juga: DITEMUKAN 3 KORBAN SEKELUARGA! BNPB Janji Cari 7 Korban Longsor Cilacap Sampai Tuntas, Relokasi Mendesak Dilakukan

"Nah minuman kemasan itu ngga langsung saya pegang (saat di minimarket) dari dia (Temannya), terus pas sampai kosannya saya dikasih minuman itu. Saya kan percaya aja sama dia gitu, pas saya minum saya ngga sadarkan diri, pas selesai-selesainya tuh saya dikasih video," ucapnya.

Mereka (Temannya dan Koko) kata Bunga, menjadikan video itu sebagai senjata ancaman agar dirinya tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

"Videonya saya tuh berhubungan sama si Koko. Nah dia translet kesaya, dia ngomong gini, kalau kamu ngomong ke orang lain ini video akan saya sebar, jadi takut. Kan disitu posisinya masih pusing," ujar Melati," imbuhnya dengan suara bergetar.

Baca Juga: Anak Diduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Lemah dan Butuh Perhatian Khusus

Lebih lanjut, kata Bunga, saat sepenuhnya tersadar, ia mendapati tubuhnya sudah tidak dalam keadaan berpakaian dan ditutupi selimut. Selain itu, ia juga merasakan sakit pada bagian vital dan melihat bercak darah.

Dalam kondisi lemas dan ketakutan, Bunga segera bangun dan menuju kamar mandi sambil menangis.

Ia sempat terjatuh karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah akibat minuman yang diberikan Mawar kepadanya.

Baca Juga: CPNS 2026 Berubah Total, Tes Bisa Diulang, Nilai Berlaku 2 Tahun, Jadwal Bebas Pilih

"Iya dilecehkan, itu semua kesorot, posisinya udah telanjang semua. Pas sadar itu saya posisinya pake selimut, terus langsung ganti baju ke kamar mandi nangis-nangis, karena berdarah. Saya juga sempat jatuh dikamar mandi karena efek pusing kan," terangnya.

Tak berhenti disitu, saat hendak pulang, Temannya memberikan uang sejumlah Rp800 ribu kepada Bunga.

Uang itu disebut berasal dari pria yang sebelumnya menemuinya, dengan total Rp1,8 juta, namun hanya sebagian yang diberikan kepadanya.

"Terus pas pulang itu saya dikasih uang sama Teman saya Rp.800 ribu, dia cuma ngasih nih duit cuma Rp.800 ribu, pas itu saya masih puyeng kepala saya," pungkasnya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota pada 30 Desember 2024 dengan nomor laporan LP/B/1558/XI/2024/PMJ/Resto Tangerang Kota.

Sang ibu berharap aparat kepolisian segera menuntaskan peristiwa yang terjadi kepada anaknya tersebut.

"Saya emaknya, saya perlu keadilan buat anak saya. Pelakunya biar dihukum seberat-beratnya. Saya minta bantuan Presiden juga, tegakkan keadilan buat anak saya," harapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.