Goodie Bag Berisi Bayi Hidup Hebohkan Warga Cipayung

Akurat Banten - Warga Setu, Cipayung, Jakarta Timur, dikejutkan oleh sebuah peristiwa yang meninggalkan campuran rasa haru dan ngeri.
Tangis lirih yang muncul dari sebuah tas bingkisan di dekat area pembuangan sampah tiba-tiba mengubah suasana kerja bakti menjadi momen penyelamatan yang tak terlupakan.
Ketua RT 06 Setu, Salam, mengaku masih sulit melupakan detik ketika suara tersebut pertama kali terdengar.
"Saya sempat bingung karena suaranya samar, tapi ternyata benar itu tangisan bayi," ujarnya.
Bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi hidup, terbungkus selimut tipis, dan tali pusatnya belum dilepas, seolah ia baru saja menjalani awal kehidupan yang begitu berat.
Menurut penuturan Salam, saat itu ia tengah bergabung dengan warga serta petugas PPSU untuk kegiatan bersih-bersih rutin.
Mereka tidak menyangka akan menemukan nyawa kecil yang ditinggalkan begitu saja di dalam sebuah goodie bag.
Begitu tas itu dibuka dan terlihat sosok bayi, warga langsung mengangkatnya ke tempat yang lebih aman karena lokasi penemuan berada di bibir jurang Kali Sunter yang rawan dan berbahaya.
"Tasnya persis di pinggir, jadi kami khawatir kalau tidak cepat diambil, bayinya bisa jatuh," kata seorang warga yang terlibat dalam evakuasi.
Setelah memastikan bayi tersebut masih bernapas dan tidak tampak mengalami luka, warga segera melarikannya ke Puskesmas Kecamatan Cipayung.
Para tenaga kesehatan langsung memberikan penanganan awal untuk memastikan kondisi bayi tetap stabil dan bebas dari risiko infeksi.
Baca Juga: Gelombang Penumpang Meningkat Tajam, Layanan PSO KAI Jadi Andalan Mobilitas Warga
Hingga siang hari, pihak puskesmas mengonfirmasi bahwa kondisinya cukup baik meski ditemukan dalam keadaan memprihatinkan.
Namun, upaya mencari jejak siapa yang tega meninggalkan bayi itu masih menemui hambatan.
Tidak adanya kamera pengawas di sekitar lokasi membuat aparat kepolisian harus bekerja ekstra hati-hati dalam menelusuri petunjuk.
Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, tetapi belum ada titik terang mengenai identitas pelaku.
"Belum diketahui siapa orang tuanya, karena lokasi ini jauh dari rumah warga dan memang tidak ada CCTV," ujar Salam.
Sejumlah warga menduga pembuangan ini berkaitan dengan masalah personal, sehingga bayi tersebut ditinggalkan secara diam-diam pada waktu yang sepi.
Meski begitu, mereka berharap proses hukum bisa berjalan dan pelaku segera ditemukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kini, perhatian warga Setu terpusat pada nasib bayi mungil tersebut.
Di tengah keterkejutan, terselip rasa syukur karena ia ditemukan dalam keadaan hidup sebelum terlambat.
Bayi itu kini berada di tempat yang aman, sementara harapan besar mengalir agar kelak ia mendapatkan keluarga yang benar-benar menginginkan kehadirannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









