Meutya Hafid Dorong Perempuan UMKM Tembus Pasar Digital dan Jadi Pahlawan Ekonomi Baru

Akurat Banten - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan pemasaran digital yang berkelanjutan.
Menurut Meutya, langkah ini penting agar UMKM Indonesia, terutama yang dijalankan oleh perempuan, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
“Digitalisasi itu mempercepat segalanya, dan kami berharap ibu-ibu pelaku UMKM bisa melihat peluang besar dari dunia digital untuk meningkatkan penjualan,” ujar Meutya.
Ia menilai semangat juang para perempuan pelaku UMKM merupakan energi besar yang menjaga perekonomian Indonesia tetap tangguh meski diterpa tantangan global.
Dalam acara bertajuk “Digital Kuat, Ekonomi Meningkat, Ibu-Ibu Mekaar Pahlawan Keluarga Hebat”, Meutya memberikan apresiasi khusus kepada perempuan-perempuan tangguh yang berani memulai usaha dari modal kecil namun tetap gigih mempertahankannya.
“UMKM, apalagi yang mikro, adalah wujud keberanian sesungguhnya. Banyak di antara mereka yang rela menggunakan tabungan terakhir untuk memulai bisnis dan terus memutar uangnya agar ekonomi keluarga tetap berjalan,” ucapnya.
Meutya juga menyebut para perempuan pelaku usaha sebagai pahlawan masa kini karena peran besar mereka dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga sekaligus memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
“Ibu-ibu ini adalah pahlawan sejati. Mereka bukan hanya membantu ekonomi keluarga, tapi juga menggerakkan ekonomi negara,” tuturnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sektor UMKM menyumbang hingga 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.
Menariknya, sekitar 64,5 persen dari seluruh UMKM di Tanah Air dikelola oleh perempuan, atau setara dengan 37 juta unit usaha.
Melihat potensi besar tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen terus membuka akses pelatihan agar para pelaku UMKM mampu menembus dunia digital secara mandiri.
Salah satu inisiatif andalan kementerian adalah program UMKM Go Digital, bagian dari pelatihan talenta digital Digital Talent Scholarship (DTS) yang dirancang untuk memperkuat kemampuan pemasaran, branding, dan literasi digital para pelaku usaha.
Program ini diharapkan menjadi pintu bagi UMKM untuk memperluas jangkauan penjualan ke tingkat nasional hingga internasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Meutya menegaskan bahwa masa depan UMKM Indonesia ada di tangan generasi wirausaha yang melek digital.
“Kalau ibu-ibu bisa berjualan di pasar tradisional, maka tidak ada alasan untuk tidak berani berjualan di pasar digital,” katanya.
Melalui dukungan teknologi, pelatihan, dan keberanian perempuan pelaku usaha, pemerintah optimistis sektor UMKM akan menjadi tulang punggung ekonomi yang semakin kuat dan berdaya tahan di era digital ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









