Banten

Dedi Mulyadi Pede Ekonomi Jabar Ngebut, Sebut Jalan Mulus dan Transparansi Jadi Kuncinya

Moehamad Dheny Permana | 9 November 2025, 19:15 WIB
Dedi Mulyadi Pede Ekonomi Jabar Ngebut, Sebut Jalan Mulus dan Transparansi Jadi Kuncinya

Akurat Banten - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlihat mantap dengan capaian ekonomi di wilayahnya.

Ia mengklaim sederet kebijakan yang dijalankannya selama sembilan bulan terakhir berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga mencapai 5,2 persen.

“Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian,” ujar Dedi.

Dedi menegaskan, salah satu fokus utamanya adalah memperbaiki infrastruktur, terutama jalan dan irigasi, yang dinilai menjadi urat nadi penggerak ekonomi daerah.

Hingga kini, Pemprov Jabar telah membangun 666 kilometer jalan baru, menggunakan dana pajak kendaraan yang dikumpulkan masyarakat.

Ia menyebut langkah ini sebagai upaya nyata untuk memperlancar pergerakan orang dan barang agar aktivitas ekonomi tidak tersendat.

Menurutnya, jika infrastruktur dasar seperti jalan tidak dijaga dengan baik, anggaran daerah akan habis untuk memperbaiki kerusakan yang berulang-ulang.

“Kalau jalannya cepat rusak, maka akibatnya anggaran pembangunan balik lagi ke jalan. Kita jadi tidak punya ruang untuk investasi di sektor lain, seperti sumber daya manusia,” kata Dedi.

Selain pembangunan fisik, Dedi juga menyoroti pentingnya tata kelola keuangan daerah yang bersih dan terbuka.

Baca Juga: Lonjakan Fantastis! Kereta Api Indonesia (KAI) Diserbu Ratusan Ribu Turis Asing, Tembus Angka Rekor 2025!

Ia bahkan rutin melaporkan kondisi kas daerah setiap hari melalui akun media sosial pribadinya, sebagai bentuk transparansi anggaran publik.

“Semua orang berhak tahu uang rakyat digunakan untuk apa,” ujarnya.

Langkah tersebut, menurutnya, ikut menciptakan kepercayaan publik dan memperkuat iklim investasi di Jawa Barat.

Dedi juga memerangi praktik-praktik liar yang kerap menghambat dunia usaha, seperti premanisme dan percaloan tenaga kerja di kawasan industri.

Ia membentuk satuan tugas khusus untuk menertibkan kawasan industri, sekaligus meluncurkan aplikasi NyariGawe, yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan tanpa perantara.

Kebijakan ini, lanjut Dedi, direspons positif oleh pelaku usaha.

Hasilnya terlihat jelas.

Data Kementerian Investasi/BKPM mencatat, nilai investasi yang masuk ke Jawa Barat pada triwulan III 2025 menembus Rp77,1 triliun, atau sekitar 15,7 persen dari total nasional.

Angka tersebut naik tajam 36,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Investasi bukan cuma soal angka, tapi tentang bagaimana memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan manusia di Jawa Barat,” tutur Dedi.

Ia menegaskan, seluruh jajaran Pemprov Jabar akan terus fokus membangun dengan orientasi pada kebutuhan rakyat, bukan kepentingan politik jangka pendek.

Bagi Dedi, kritik yang datang dari berbagai pihak bukanlah beban, melainkan pengingat agar tetap rendah hati.

“Kami anggap sindiran dan nyinyiran sebagai obat agar tidak sombong, supaya kami tetap mawas diri dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, pertumbuhan ekonomi Jabar di triwulan III-2025 mencapai 5,2 persen secara tahunan.

Angka ini menempatkan Jabar di posisi kelima nasional dan sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,04 persen.

Baca Juga: TERUNGKAP Cara Cek Nilai dan Sistem Penilaian TKA yang Wajib Diketahui Siswa di Banten

Plt Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus, menyebut kebijakan pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi padi, serta investasi asing dan domestik yang kuat menjadi faktor pendorong utama.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi sejak awal tahun, ditambah investasi yang agresif, memberi efek positif ke sektor konstruksi dan konsumsi rumah tangga,” kata Darwis.

Dengan laju pertumbuhan tersebut, Jawa Barat tetap menjadi kontributor besar bagi perekonomian nasional, dengan sumbangan 12,73 persen.

Dedi pun menutup pernyataannya dengan satu keyakinan, bahwa pembangunan ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan kesejahteraan masyarakat yang bisa dirasakan langsung di lapangan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.