Banten

Misteri Ledakan Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta: Senjata Mainan atau Bom Molotov? Wamenko Polkam Tegaskan Ini!

Saeful Anwar | 7 November 2025, 21:37 WIB
Misteri Ledakan Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta: Senjata Mainan atau Bom Molotov? Wamenko Polkam Tegaskan Ini!

AKURAT BANTEN– Suasana khidmat Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang, 7 November 2025, mendadak tercoreng oleh insiden ledakan yang menyebabkan puluhan orang menjadi korban.

Di tengah simpang siur informasi, isu terorisme sempat mengemuka seiring kabar penemuan "senjata api laras panjang dan pistol berlabel 'Welcome To Hell' serta bahan peledak."

Namun, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, buru-buru memberikan klarifikasi yang mengejutkan publik.

Baca Juga: Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Penuh Whoosh: Said Didu Soroti 'Cabut Gigi Taring' Menkeu Purbaya dan Isu Korupsi!

Klarifikasi Mengejutkan: Senjata yang Ditemukan Ternyata Hanya Mainan!

Menyikapi isu panas tentang potensi aksi terorisme, Wamenko Polkam Lodewijk Paulus menegaskan agar masyarakat menahan diri dari kesimpulan prematur.

Ia secara spesifik membantah temuan senjata yang disebut-sebut canggih.

“Itu senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek itu senjata mainan,” ujar Lodewijk tegas kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (7/11/2025).

Ia juga meragukan kemungkinan ledakan tersebut berasal dari bom, mengingat dampaknya yang tidak sebesar dugaan teror.

Mengenai Ledakan: Tim forensik masih bekerja di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Skeptis Soal Bom: “Kalau bom molotov pasti udah kebakar itu, namanya karpet,” tambahnya, mengacu pada karpet masjid yang tidak hangus total.

Baca Juga: MOMEN BERSEJARAH: Wali Kota Muslim New York Pertama Baca Ayat Suci Al-Qur'an di Pidato Kemenangan, Lalu Sindir Trump!

Janggal! 'Welcome To Hell' dan Ledakan Saat Salat Jumat

Isu terorisme muncul bukan tanpa sebab. Laporan awal menyebutkan adanya temuan barang bukti yang mengkhawatirkan, termasuk senjata api dan tulisan provokatif.

Poin Penting yang Perlu Ditunggu:
Senjata: Dipastikan Lodewijk sebagai senjata mainan.

Motif: Jangan jumping conclusion bahwa ini aksi teroris, kita belum sampai ke sana,” tegasnya.

Instruksi: Masyarakat diminta untuk memberi waktu aparat bekerja hingga temuan resmi disampaikan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pasang Badan! Guru Penampar Siswa di Subang Diminta Ganti Rugi Rp150 Ribu Biaya Visum

Kapolda Metro Jaya Ikut Minta Kesabaran Publik

Pernyataan senada disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri.

Saat dikonfirmasi di RS Islam Cempaka Putih, Kapolda Asep menekankan bahwa kejelasan motif hanya bisa didapat setelah semua data terkumpul.

"Nanti akan ada kejelasan setelah semua tim di lapangan menemukan semua bahan dan data," kata Irjen Asep.

Ia memastikan tim Gegana sudah melakukan sterilisasi dan analisis mendalam di TKP.

Baca Juga: AKHIR DRAMATIS! Dedi Mulyadi Pasang Badan untuk Guru Subang yang Diminta Ganti Rugi Visum Rp150 Ribu, Kasus Berakhir Damai

Fakta Sementara Ledakan SMAN 72 Jakarta

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 12.09 WIB saat puncak Salat Jumat telah menimbulkan dampak signifikan:

Sumber Dugaan Awal: Speaker (pengeras suara) di lokasi kejadian.

Korban: Setidaknya 54 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Penanganan: Korban dirawat di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih.

Tindakan Lanjutan: Kepolisian telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat.

Meskipun dugaan awal mengarah pada masalah teknis pada speaker, penemuan barang-barang mencurigakan—meski kemudian dibantah sebagai mainan—membuat kasus ini tetap menjadi prioritas utama aparat keamanan untuk segera tuntas dan memberikan kepastian bagi warga Jakarta (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman