Banten

Misteri Pembacokan di Babelan Korban Tewas dan Polisi Buru Pelaku Bertopeng

Moehamad Dheny Permana | 3 November 2025, 06:31 WIB
Misteri Pembacokan di Babelan Korban Tewas dan Polisi Buru Pelaku Bertopeng

Akurat Banten - Seorang warga berinisial AS ditemukan tak bernyawa setelah menjadi korban kekerasan oleh sekelompok pria misterius di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi dini hari ketika sebagian besar warga masih tertidur pulas.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, insiden itu terjadi di Jalan Gelora, Desa Babelan Kota.

AS saat itu sedang berada di sepeda motor bersama seorang temannya, dan keduanya dikabarkan baru saja pulang setelah berkumpul di luar.

Mereka melintas dengan kecepatan sedang di jalan yang relatif sepi dan minim penerangan.

Tanpa diduga, dari arah belakang muncul sepeda motor lain yang dikendarai tiga pria tidak dikenal.

Para pelaku menghadang dan langsung mendekat dengan gerak-gerik mencurigakan.

Reonald menyebut bahwa salah satu pelaku terlihat membawa senjata tajam.

"Namun saat melintas di TKP, ada tiga orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan membawa senjata tajam sambil mendekati korban dan temannya," katanya.

Baca Juga: Misteri di Balik Pergantian Label Produk Program Gizi Gratis di Ancol Kian Disorot Polisi

Dalam hitungan detik situasi berubah menjadi aksi brutal dan sulit diprediksi.

Salah satu pelaku melayangkan sabetan celurit dan mengenai paha kiri AS.

Usai serangan itu, pelaku lainnya diduga menendang sepeda motor yang dikendarai AS hingga korban dan temannya terjatuh ke aspal.

" kemudian salah satu pelaku lainnya menendang sepeda motor hingga korban dan saksi terjatuh dari sepeda motor," ujar Reonald.

Saksi yang panik langsung berusaha menolong korban yang bersimbah darah.

Dalam keadaan kritis, AS dibawa ke Klinik Yakri untuk mendapat pertolongan pertama.

Namun kondisi korban semakin menurun sehingga ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Ananda.

Sayangnya, semua upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Setibanya di rumah sakit, AS dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang cukup parah.

Kabar ini membuat keluarga korban terpukul karena peristiwa terjadi begitu singkat dan tanpa alasan yang jelas.

Reonald menegaskan bahwa pihak Polsek Babelan telah bergerak cepat setelah menerima laporan.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Megawati Ungkap Soeharto Pernah Tolak Pemakaman Bung Karno di TMP Kalibata, Ini Alasannya

Ia menyebutkan bahwa polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi dan menelusuri identitas para pelaku yang kabur setelah melakukan aksinya.

Reonald menambahkan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan jejak digital lainnya.

Saat ini, polisi masih memburu ketiga pelaku yang diduga melakukan aksi pembacokan tersebut.

"Kasus tersebut tengah ditangani oleh Polsek Babelan untuk menangkap para pelaku yang masih dalam penyelidikan," kata Reonald.

Masyarakat diminta segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan atau mengetahui informasi mengenai pelaku.

Peristiwa ini menimbulkan rasa tidak aman dan kekhawatiran di tengah warga sekitar, terutama bagi mereka yang sering melintas pada malam atau dini hari.

Warga berharap polisi segera mengungkap motif dibalik kejadian tragis tersebut.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan dan berharap pelaku bisa segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang merasa sedang berada dalam situasi yang aman.

Masyarakat diminta terus waspada dan tidak melintas sendirian di jam-jam rawan, terutama di daerah yang sepi dan minim penerangan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.