Banten

Identitas Pelaku Mulai Terendus? Siapa Dua Pria Misterius Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus ? Ini Jawabannya!

Abdurahman | 15 Maret 2026, 08:00 WIB
Identitas Pelaku Mulai Terendus? Siapa Dua Pria Misterius Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus ? Ini Jawabannya!
Tangkapan layar CCTV terduga pelaku penyiraman air keras kepada aktivis KontraS (dok. Istimewa)

AKURAT BANTEN– Teka-teki di balik serangan keji terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai menemui titik terang yang mencekam.

Bukan sekadar aksi kriminal jalanan biasa, dugaan kuat muncul bahwa Andrie telah diteror dan dibuntuti sejak ia melangkahkan kaki keluar dari kantor YLBHI, Jakarta Pusat.

Rekaman CCTV dan kesaksian rekan sejawat kini mengarah pada satu pertanyaan besar:

Siapakah dua pria misterius yang berbagi peran dalam eksekusi penyiraman air keras di malam berdarah tersebut?

Baca Juga: Siapa Andrie Yunus? Aktivis HAM KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta

Target yang Sudah "Ditandai" Sejak dari YLBHI?

Kamis malam (12/3/2026), Andrie Yunus baru saja menyelesaikan sebuah diskusi krusial di kantor YLBHI mengenai isu militerisme di Indonesia.

Tanpa disadari, saat ia memacu Yamaha Aerox kuningnya membelah malam Jakarta, ada "mata" yang mengintai.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa pelaku diduga kuat sudah menunggu atau membuntuti korban sejak dari titik keberangkatan.

Perjalanan dari YLBHI menuju kawasan Salemba yang seharusnya singkat, berubah menjadi jebakan maut yang telah disiapkan dengan matang.

Baca Juga: Tragedi Salemba: Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Rekaman CCTV Ungkap Aksi Biadab Pelaku!

Analisis CCTV: Pergerakan Dingin Dua Pria Misterius

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar Jembatan Talang, Salemba, terlihat jelas betapa terorganisirnya aksi ini:

Pola "Hunting": Dua pelaku yang berboncengan motor matic terlihat melakukan gerakan U-turn (putar balik) yang tidak wajar. Mereka tampak memastikan posisi korban sebelum melancarkan serangan.

Eksekutor Profesional: Pria yang duduk di boncengan tidak ragu sedikit pun. Begitu posisi motor sejajar, ia menyiramkan cairan kimia (air keras) dengan presisi yang mengerikan ke arah wajah dan dada Andrie.

Ciri Visual: Pelaku pengendara mengenakan kaos putih-biru dan helm hitam, sementara sang eksekutor menyembunyikan wajahnya di balik masker buff hitam dan kaos biru tua.

Baca Juga: Geger! Juri Hafiz Quran TV Swasta Dilaporkan ke Bareskrim: Dugaan Pelecehan Sesama Jenis Sejak 2017 Terbongkar

Teror yang Mendahului Tragedi

Sebelum penyiraman terjadi, Andrie dikabarkan sempat merasakan adanya anomali atau gangguan.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan ini bukanlah spontanitas, melainkan operasi terencana untuk membungkam suara kritis sang aktivis.

"Ada pola pembuntutan yang jelas. Ini adalah bentuk intimidasi fisik paling ekstrem yang ditujukan untuk menciptakan rasa takut di kalangan pembela HAM," tegas kolega korban dari KontraS.

Baca Juga: Luhut Bongkar Rahasia 'Hantu Laut' Iran: Drone Murah yang Bisa Lumpuhkan Armada Tanker AS!

Kondisi Terkini: Perjuangan di Ruang Operasi

Saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSCM dengan luka bakar kimia mencapai 24 persen.

Fokus utama tim medis adalah menyelamatkan penglihatan mata kanannya yang terdampak langsung.

Baju yang meleleh dan kulit yang melepuh menjadi bukti betapa korosifnya cairan yang digunakan oleh kedua pria misterius tersebut.

Baca Juga: Tak Berdaya Dikepung Warga, Inilah Detik-Detik Kades Hoho Dihujani Bogem Mentah hingga Luka Parah

Siapa Dalangnya?

Masyarakat kini mendesak Polda Metro Jaya untuk segera mengungkap identitas kedua pria di motor tersebut. Apakah mereka hanya "orang suruhan"?

Jika ya, siapa yang memberikan perintah untuk menghentikan langkah Andrie Yunus dengan cara sekeji itu?

Kesamaan pola dengan kasus-kasus kekerasan terhadap aktivis sebelumnya, termasuk kasus Novel Baswedan, membuat publik menuntut transparansi penuh dalam proses penyelidikan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman