Banten

Tak Berdaya Dikepung Warga, Inilah Detik-Detik Kades Hoho Dihujani Bogem Mentah hingga Luka Parah

Abdurahman | 14 Maret 2026, 06:11 WIB
Tak Berdaya Dikepung Warga, Inilah Detik-Detik Kades Hoho Dihujani Bogem Mentah hingga Luka Parah
Detik-Detik Kades Hoho Dihujani Bogem Mentah hingga Luka Parah Di Balai Desa, Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa TengahPurwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Suasana mediasi yang seharusnya dingin mendadak berubah jadi "neraka". Balai Desa yang biasanya menjadi tempat musyawarah, saksi bisu atas insiden berdarah yang menimpa Kades Hoho.

Sang pemimpin desa tersebut tak berkutik saat puluhan warga yang tersulut emosi mengepungnya dan melayangkan bogem mentah bertubi-tubi.

Baca Juga: Nasib Pegawai Minimarket di Ujung Tanduk? Robot Humanoid China Siap Gantikan Peran Kasir Indomaret Alfamart!

Detik-Detik Mencekam di Balai Desa

Kejadian bermula saat agenda pertemuan warga digelar di Balai Desa. Awalnya, diskusi berjalan cukup alot namun masih terkendali.

Namun, entah siapa yang memulai, suasana memanas saat Kades Hoho memberikan penjelasan yang dianggap tidak memuaskan massa.

Hanya dalam hitungan detik, barisan warga yang berada di baris depan merangsek maju. Teriakan histeris pecah saat satu per satu pukulan mulai mendarat di tubuh sang Kades.

Meski sempat mencoba menghindar, posisi Kades Hoho yang terdesak ke sudut ruangan membuatnya menjadi sasaran empuk amukan massa.

"Situasinya sangat cepat. Warga sudah tidak bisa ditenangkan lagi, mereka merasa aspirasinya tidak didengar," ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Baca Juga: GEGER RAMADHAN: Detik-detik Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Terjaring OTT KPK: 27 Orang Diamankan, Sejumlah Uang Tunai Disita!

Luka Parah dan Protes Keluarga: "Polisi Ke Mana?"

Akibat pengeroyokan brutal tersebut, Kades Hoho dilaporkan mengalami luka serius.

Bagian wajah dan tubuhnya lebam membiru, bahkan beberapa bagian dikabarkan mengalami pendarahan hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan medis intensif.

Namun, di balik luka fisik yang diderita Kades, muncul kekecewaan mendalam dari pihak keluarga dan simpatisan.

Mereka menuding aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak sigap dalam melakukan pencegahan.

Tudingan "polisi tak sigap" ini menjadi bola panas. Keluarga mempertanyakan mengapa pengamanan di Balai Desa seolah longgar, padahal potensi kericuhan sudah tercium sejak massa mulai berkumpul dalam jumlah besar.

Baca Juga: Resmi! Transjabodetabek Rute Bus SH2 Blok M-Soetta Beroperasi, Tarif Rp3.500 Berlaku Mulai Hari Ini

Apa Pemicu Amarah Warga yang Begitu Hebat?

Hingga berita ini diturunkan, simpang siur mengenai penyebab pasti amuk massa masih terus didalami.

Beberapa informasi yang beredar menyebutkan adanya ketidakpuasan terkait tata kelola administrasi desa, namun ada pula yang menyebut ini adalah puncak dari kekesalan warga yang sudah terpendam lama.

Pihak kepolisian kini tengah bekerja ekstra untuk mendinginkan suasana di desa agar tidak terjadi bentrokan susulan.

Beberapa saksi mulai diperiksa, dan identifikasi pelaku pengeroyokan tengah dilakukan melalui rekaman video yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Dunia Gempar! Teka-teki 'Hilangnya' Netanyahu: Benarkah Terkena Rudal Iran atau Taktik Perang Saraf?

Potensi Hukum: Main Hakim Sendiri Bukan Solusi

Meski ada rasa ketidakpuasan, aksi main hakim sendiri tetap merupakan pelanggaran hukum berat.

Para pelaku pengeroyokan terancam dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara yang tidak main-main.

Kini, warga desa hanya bisa menunggu proses hukum berjalan, sembari berharap ketenangan kembali menyelimuti desa mereka yang sempat mencekam (**).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman