Banten

Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras! CCTV Ungkap Aksi Biadab Pelaku!

Abdurahman | 14 Maret 2026, 15:50 WIB
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras! CCTV Ungkap Aksi Biadab Pelaku!
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Rekaman CCTV Ungkap Aksi Biadab Pelaku! (YouTube)

AKURAT BANTEN – Dunia aktivisme Indonesia kembali berduka sekaligus geram. Sebuah serangan keji menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Bukan sekadar ancaman lisan, Andrie menjadi korban penyiraman air keras yang mengakibatkan luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial kini menjadi kunci utama untuk mengungkap siapa di balik aksi teror yang diduga terencana ini.

Baca Juga: Geger! Juri Hafiz Quran TV Swasta Dilaporkan ke Bareskrim: Dugaan Pelecehan Sesama Jenis Sejak 2017 Terbongkar

Kronologi Mencekam: Putar Balik Maut di Jembatan Talang

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (12/3/2026), sekitar pukul 23.37 WIB. Andrie Yunus saat itu baru saja menyelesaikan sesi podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.

Dalam rekaman CCTV yang tajam, terlihat Andrie sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox kuning miliknya. Dari arah berlawanan, muncul dua orang pria berboncengan motor matic (diduga Honda Beat). Gerak-gerik mereka sangat mencurigakan; mereka sempat memutar balik dan tampak menunggu momen yang tepat.

Saat berpapasan di dekat Jembatan Talang, tanpa basa-basi, pelaku yang duduk di belakang menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah Andrie.

Baca Juga: ANGIN SEGAR DARI ISTANA! Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan 2026 Resmi Masuk APBN: Instruksi Presiden Prabowo Buka Harapan Baru, Cek Jadwal Cairnya!

"Panas! Air Keras!" – Teriakan Histeris di Tengah Malam

Seketika, situasi berubah menjadi horor. Andrie yang kesakitan langsung menghentikan motornya dan jatuh tersungkur. Saksi mata di lokasi kejadian mendengar teriakan memilukan dari sang aktivis:

"Aah... panas... panas! Air keras... Ya Allah tolong, air keras!"

Warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk Buyung (32) yang saat itu sedang bermain gitar, langsung berlari menolong. Mereka melihat pemandangan memilukan: baju yang dikenakan Andrie tampak meleleh, sementara kulit di bagian dada, tangan, dan wajahnya mulai melepuh kemerahan.

Baca Juga: Luhut Bongkar Rahasia 'Hantu Laut' Iran: Drone Murah yang Bisa Lumpuhkan Armada Tanker AS!

Kondisi Korban: Luka Bakar 24 Persen dan Ancaman Kebutaan

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus harus dilarikan ke RSCM. Kabar terbaru menyebutkan sang aktivis mengalami luka bakar mencapai 24 persen pada bagian tubuhnya. Bagian yang paling mengkhawatirkan adalah mata kanan Andrie yang terkena siraman langsung, yang kini dilaporkan harus menjalani prosedur operasi jaringan atau cangkok untuk menyelamatkan penglihatannya.

Baca Juga: Tak Berdaya Dikepung Warga, Inilah Detik-Detik Kades Hoho Dihujani Bogem Mentah hingga Luka Parah

Ciri-Ciri Pelaku Terekam Jelas

Berdasarkan data yang dihimpun oleh KontraS dan kepolisian dari rekaman CCTV:

Pelaku 1 (Pengendara): Mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana jeans gelap, dan helm hitam.

Pelaku 2 (Eksekutor): Duduk di belakang, mengenakan penutup wajah (buff) hitam, kaos biru tua, dan celana panjang yang dilipat.

Modus: Diduga telah membuntuti korban sejak meninggalkan lokasi podcast.

Baca Juga: GEGER RAMADHAN: Detik-detik Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Terjaring OTT KPK: 27 Orang Diamankan, Sejumlah Uang Tunai Disita!

Alarm Bagi Demokrasi: Apakah Ini Teror Terorganisir?

Serangan terhadap Andrie Yunus tidak dipandang sebagai kriminalitas biasa. Koalisi Masyarakat Sipil dan tokoh seperti Novel Baswedan mengutuk keras kejadian ini. Ada dugaan kuat bahwa serangan ini berkaitan erat dengan kerja-kerja advokasi yang dilakukan Andrie, terutama isu-isu sensitif yang baru saja ia bahas.

"Ini adalah alarm bagi kita semua bahwa situasi sedang tidak baik-baik saja," ungkap Fatia Maulidiyanti, kolega korban.

Pihak Polda Metro Jaya kini telah memberikan atensi khusus pada kasus ini. Dengan metode scientific investigation, polisi tengah memburu kedua pelaku yang identitasnya mulai terpetakan melalui jejak digital dan saksi-saksi di TKP.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman