GILA! AS Gelar Sayembara Berdarah! Hadiah Rp156 Miliar bagi yang Bisa Temukan Lokasi Pejabat Tinggi Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei!

AKURAT BANTEN – Dunia gempar! Amerika Serikat baru saja mengumumkan sebuah perburuan manusia paling mahal di awal tahun 2026.
Tidak tanggung-tanggung, Departemen Luar Negeri AS menyiapkan imbalan fantastis senilai 10 juta dolar AS atau setara Rp156 miliar tunai bagi siapa saja yang bisa membocorkan lokasi Ayatullah Mojtaba Khamenei!
Sayembara "berdarah" ini bukan sekadar gertakan. Washington secara resmi menempatkan putra mendiang Ali Khamenei tersebut sebagai target nomor satu dalam daftar paling dicari di dunia.
Memburu Sang 'Pangeran' yang Hilang
Pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 lalu, sosok Mojtaba Khamenei diyakini telah memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi Iran.
Namun, keberadaannya kini diselimuti misteri. Kabar burung menyebutkan Mojtaba terluka parah dalam serangan tersebut dan kini bersembunyi di lokasi yang sangat rahasia.
Sejak peristiwa berdarah itu, ia belum pernah menampakkan batang hidungnya di depan publik, kecuali melalui satu pernyataan tertulis yang dirilis pada Kamis (12/3/2026).
Daftar Hitam Elite Iran: Siapa Saja Targetnya?
Hadiah Rp156 miliar ini bukan hanya untuk Mojtaba. Amerika Serikat juga membidik jajaran elite militer dan intelijen Iran yang dianggap sebagai otak di balik perlawanan terhadap Barat. Nama-nama besar yang masuk dalam daftar buruan ini antara lain:
Ali Larijani (Kepala Keamanan)
Esmail Khatib (Menteri Intelijen)
Eskandar Momeni (Menteri Dalam Negeri)
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dengan berani mengklaim bahwa para pemimpin Iran saat ini sedang "bersembunyi seperti tikus" di bungker-bungker bawah tanah terdalam karena ketakutan akan menjadi target rudal presisi berikutnya.
Baca Juga: Luhut Bongkar Rahasia 'Hantu Laut' Iran: Drone Murah yang Bisa Lumpuhkan Armada Tanker AS!
Tantangan dari Teheran: Video yang Mengejutkan
Meski diburu dengan nilai hadiah yang gila-gilaan, pihak Iran tampaknya tidak gentar. Pada Jumat (13/3/2026), sebuah rekaman video mengejutkan muncul memperlihatkan Ali Larijani yang justru tampil santai mendampingi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah rapat umum di Teheran.
Penampilan publik ini seolah menjadi tamparan keras bagi intelijen AS dan menunjukkan bahwa struktur pemerintahan Iran masih berfungsi penuh meski berada di bawah tekanan "sayembara maut" senilai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: Iran Mengamuk! Sebut Trump Sosok Setan dan Berjanji Israel Akan Segera Musnah
Strategi AS menawarkan uang sebanyak itu bertujuan untuk memicu pengkhianatan internal.
Dengan hadiah Rp156 miliar, siapa pun yang berada di lingkaran dalam Teheran bisa menjadi miliarder mendadak hanya dengan satu informasi lokasi.
Pertanyaannya: Apakah loyalitas para pendukung Iran akan runtuh oleh godaan uang fantastis ini, atau justru akan memicu serangan balasan yang lebih mengerikan dari Teheran ke basis-basis AS di Timur Tengah? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







