Banten

Dunia Terkecoh! Netanyahu Muncul 'Dari Kematian', Langsung Incar Nyawa Penerus Khamenei

Abdurahman | 13 Maret 2026, 13:26 WIB
Dunia Terkecoh! Netanyahu Muncul 'Dari Kematian', Langsung Incar Nyawa Penerus Khamenei
Kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Spekulasi liar yang menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah tewas akhirnya runtuh seketika.

Setelah sempat "menghilang" dari radar publik di tengah gempuran rudal, pria yang akrab disapa Bibi ini muncul kembali dengan pernyataan yang mengguncang stabilitas Timur Tengah.

Bukan sekadar menepis isu kematiannya, Netanyahu langsung menebar ancaman mematikan. Target utamanya? Tak tanggung-tanggung: Mojtaba Khamenei, sosok yang digadang-gadang sebagai penerus kuat takhta Pemimpin Tertinggi Iran.

Baca Juga: Iran Mengamuk! Sebut Trump Sosok Setan dan Berjanji Israel Akan Segera Musnah

Kemunculan Dramatis di Tengah Kabar Duka

Selama beberapa hari terakhir, jagat media sosial dipenuhi rumor bahwa Netanyahu menjadi korban serangan udara dalam eskalasi perang yang memanas.

Namun, dalam sebuah siaran video terbaru yang mengejutkan, Netanyahu tampil bugar dan penuh percaya diri.

Kemunculan ini seolah menjadi pesan "pesan dari kubur" bagi musuh-musuh Israel yang sempat merayakan kabar palsu kematiannya.

"Saya masih di sini, dan musuh-musuh kita harus mulai khawatir," ungkapnya dalam nada bicara yang dingin.

Baca Juga: Dunia Gempar! Teka-teki 'Hilangnya' Netanyahu: Benarkah Terkena Rudal Iran atau Taktik Perang Saraf?

Incar Nyawa Penerus Khamenei

Fokus utama pidato Netanyahu kali ini langsung tertuju pada suksesi kepemimpinan di Teheran.

Dengan gaya retorika yang tajam, ia secara terbuka menyebut nama Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Ketika ditanya mengenai keamanan para pemimpin Iran dan proksinya, Netanyahu memberikan jawaban yang membuat bulu kuduk berdiri:

"Saya tidak akan memberikan jaminan asuransi jiwa kepada siapa pun yang ingin menghancurkan Israel. Mojtaba Khamenei harus tahu bahwa posisi barunya tidak membuatnya kebal," tegas Netanyahu.

Baca Juga: Kiamat Digital di Depan Mata? Jika Iran Putus Kabel Optik Selat Hormuz, QRIS dan Perbankan RI Terancam Lumpuh Total!

Operasi "Tanpa Ampun" Israel

Pernyataan ini menandai babak baru dalam konflik. Israel tampaknya tidak lagi hanya menyasar fasilitas militer, melainkan sudah membidik personal di puncak kepemimpinan Iran.

Ancaman terhadap Mojtaba Khamenei dianggap sebagai sinyal bahwa Mossad dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) telah memiliki target-target baru yang bersifat "high-value".

Netanyahu menegaskan bahwa siapa pun yang melanjutkan garis keras Teheran akan menghadapi konsekuensi yang sama dengan pemimpin-pemimpin militan yang telah dieliminasi sebelumnya.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Mencekam: 'Rudal Kiamat' Iran Hujani Wilayah Zionis, Ratusan Target Dilaporkan Tumbang

Dunia Menahan Napas

Langkah Netanyahu ini diprediksi akan memicu reaksi keras dari Iran. Dengan dukungan komunikasi yang intens dari Washington—terutama di bawah bayang-bayang kebijakan Donald Trump—Israel tampak lebih berani melakukan serangan pre-emptive.

Pertanyaannya kini: Apakah kemunculan kembali Netanyahu ini akan menjadi titik balik perang, atau justru menjadi pemicu ledakan konflik yang lebih besar di kawasan tersebut?

Satu hal yang pasti, Netanyahu telah membuktikan bahwa kabar kematiannya terlalu dini dibicarakan, dan kini ia punya daftar target baru di sakunya.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman