Banten

IHSG Terseret Tekanan Global Setelah Pertemuan Trump–Takaichi, Investor Pilih Hati-hati

Moehamad Dheny Permana | 29 Oktober 2025, 14:40 WIB
IHSG Terseret Tekanan Global Setelah Pertemuan Trump–Takaichi, Investor Pilih Hati-hati

Akurat Banten - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa, seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi global usai pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

IHSG tergelincir 24,52 poin atau sekitar 0,30 persen dan berakhir di level 8.092,63.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga terkoreksi 0,23 persen ke posisi 822,61.

“Pasar sedang berhati-hati menunggu dampak nyata dari pembicaraan antara AS dan Jepang,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Ia menambahkan bahwa ketidakpastian arah investasi kedua negara besar tersebut membuat sebagian pelaku pasar memilih menahan diri.

Pertemuan antara Trump dan Takaichi menghasilkan kesepakatan awal mengenai kerja sama pasokan mineral tanah jarang, komoditas strategis yang banyak digunakan dalam industri teknologi tinggi.

Selain itu, Jepang juga berencana memberikan paket investasi besar bagi Amerika Serikat senilai 550 miliar dolar AS.

Dana itu akan diarahkan untuk proyek pembuatan kapal, peningkatan impor gas alam, kedelai, serta kendaraan pick-up dari AS.

Baca Juga: Harvey Moeis Tunggu Waktu Eksekusi, Jaksa Pastikan Vonis 20 Tahun Segera Jalan

Kabar tersebut disambut dingin oleh pelaku pasar Asia.

Alih-alih membawa optimisme, investor justru khawatir bahwa kesepakatan tersebut akan menimbulkan ketidakseimbangan baru dalam rantai pasok global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada perdagangan dengan Jepang maupun AS.

Dari dalam negeri, pelemahan harga emas dunia ikut menekan saham-saham sektor pertambangan, terutama emiten yang berfokus pada komoditas logam mulia.

Selain itu, sejumlah saham bluechip berkapitalisasi besar turut terkoreksi, membuat indeks semakin sulit bangkit dari zona merah.

Perdagangan hari ini sempat dibuka positif, namun dorongan beli cepat menguap menjelang siang.

IHSG bergerak turun hingga sesi pertama berakhir, lalu tak kunjung beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan.Meski begitu, beberapa sektor masih menunjukkan daya tahan.

Indeks sektor properti mencatat kenaikan tertinggi, yakni 3,28 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 2,65 persen dan sektor teknologi yang menguat 1,65 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh optimisme terhadap pembangunan proyek properti baru serta meningkatnya permintaan layanan digital dan kesehatan.

Di sisi lain, sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan penurunan satu persen, diikuti oleh sektor barang konsumsi primer dan keuangan yang masing-masing turun 0,89 persen dan 0,69 persen.

Beberapa saham yang berhasil mencatatkan penguatan mencolok antara lain SLIS, IKAN, SSTM, SOHO, dan PURI.

Baca Juga: Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin Soroti Gaya 'Koboi' Menkeu Purbaya, Sebut Warga RI Gampang Tertipu Pejabat

Sementara itu, saham SMIL, DWGL, AMIN, BULL, dan REAL menjadi yang paling terpukul sepanjang hari.

Frekuensi transaksi tercatat mencapai lebih dari 2,3 juta kali dengan total 30,21 miliar lembar saham berpindah tangan.

Nilai transaksi mencapai Rp19,83 triliun dengan 341 saham menguat, 309 melemah, dan 159 stagnan.

Pasar saham regional Asia juga tidak banyak memberikan dukungan.

Indeks Nikkei Jepang turun 0,24 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,33 persen, dan Shanghai Composite terkoreksi 0,22 persen.

Hanya indeks Strait Times Singapura yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,23 persen.

Pergerakan IHSG hari ini menandakan bahwa investor domestik masih memilih langkah konservatif di tengah ketidakpastian global.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan ekonomi dari hasil pertemuan AS, Jepang yang bisa berdampak pada sentimen perdagangan global dalam beberapa pekan mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.