Gus Yazid Laporkan Teror Misterius terhadap Istrinya, Polisi Diminta Usut Tuntas Pelaku

Akurat Banten - Ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahman Basyaiban, Ahmad Yazid Basyaiban atau yang akrab disapa Gus Yazid, melangkah ke Polda Metro Jaya untuk mencari keadilan setelah sang istri menerima serangkaian ancaman dari pihak tak dikenal.
Langkah hukum itu diambil setelah sang istri, yang berinisial MSN, menjadi korban teror psikologis melalui pesan-pesan mengancam yang dikirim oleh seseorang misterius.
“Nomor-nomor yang digunakan untuk meneror istri saya sudah saya serahkan semuanya kepada penyidik,” ujar Gus Yazid.
Laporan resmi atas nama MSN telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor registrasi LP/B/7484/X/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.
Menurut Gus Yazid, ancaman itu bukan hanya membuat keluarganya ketakutan, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi istrinya.
“Istri saya sampai harus berkonsultasi dengan psikiater karena tekanan mental akibat teror ini,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Menjadi Bintang Baru Kabinet Prabowo, Raih Dukungan Publik Terbesar
Ia menambahkan, penyidik menyarankan agar istrinya sementara waktu menonaktifkan akun media sosial untuk menghindari trauma lanjutan.
Sumber ancaman tersebut diduga kuat berkaitan dengan salah satu konten yang diunggah istrinya di media sosial.
Konten itu rupanya memicu reaksi negatif dari sejumlah pihak, hingga akhirnya berujung pada ancaman yang dikirim melalui pesan WhatsApp.
Pesan-pesan itu berisi kalimat yang menggetarkan hati, di antaranya berbunyi “bagaimana suamimu” dan “anak kamu mau disandera.”
Kalimat-kalimat tersebut menjadi puncak kekhawatiran keluarga besar Gus Yazid, yang kemudian memutuskan untuk melibatkan pihak kepolisian.
“Saya tidak ingin ancaman seperti ini dibiarkan, karena ini sudah menyangkut keselamatan keluarga,” tegasnya.
Ia berharap penyidik dapat menelusuri identitas pelaku dan mengungkap motif di balik tindakan yang mengganggu ketenangan keluarganya itu.
Gus Yazid menuturkan, keluarga besarnya selama ini berusaha menjaga ketenangan dan tidak ingin memperpanjang masalah di ruang publik.
Namun ketika ancaman tersebut mulai menyentuh ranah pribadi dan psikologis, langkah hukum menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan.
“Ini bukan hanya tentang kami, tapi tentang bagaimana hukum bisa melindungi setiap warga dari bentuk teror apa pun,” ujarnya.
Polda Metro Jaya kini tengah menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti digital dan menelusuri nomor pengirim pesan.
Kepolisian berkomitmen untuk memproses laporan itu secara profesional dan mengusut siapa pihak di balik ancaman yang menimpa keluarga ulama tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut tokoh agama yang dikenal luas di kalangan pesantren dan masyarakat umum.
Banyak pihak pun berharap agar aparat bertindak cepat dan tegas demi mencegah munculnya kembali tindakan serupa di kemudian hari.
Gus Yazid menutup keterangannya dengan harapan sederhana namun penuh makna, “Saya hanya ingin keluarga kami hidup dengan tenang tanpa rasa takut lagi.”***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









