Warga Keluhkan Banjir di Pemukiman dan Tol Karang Tengah, Soroti Pembangunan Lapangan Padel Kingdom di Puri 11

AKURAT BANTEN - Warga Parung Jaya Rt 01/Rw 02 mengeluhkan munculnya banjir di sejumlah titik setelah adanya pembangunan lapangan padel Kingdom di kawasan Puri 11. Warga menduga pembangunan tersebut dilakukan tanpa kajian lingkungan yang memadai.
Keluhan itu muncul karena lokasi yang kini dijadikan lapangan padel sebelumnya dikenal sebagai area resapan air ketika hujan turun.
Meski lahan tersebut bukan milik warga, keberadaannya dinilai berperan penting dalam mengurangi genangan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Lenovo Siapkan Ponsel Layar Super Besar dengan Kamera 200 MP Periskop
Salah seorang warga Parung Jaya, AG mengatakan, sejak pembangunan dimulai, kondisi lingkungan berubah dan air hujan lebih sering menggenang.
"Dulu kalau hujan air cepat surut karena meresap di lahan itu. Sekarang setelah dibangun, air malah sering tergenang di jalan dan sekitar rumah," ujarnya.
Menurutnya, perubahan fungsi lahan tersebut memunculkan kekhawatiran baru, terutama saat curah hujan di wilayah tersebut tinggi.
Baca Juga: Bocoran POCO X8 Pro Max Beredar, Layar Super Terang Baterai Jumbo 8500mAh Jadi Sorotan
Mereka menilai area resapan yang kini hilang membuat air tidak lagi memiliki tempat untuk langsung meresap ke tanah.
"Walaupun itu bukan tanah warga, tapi selama ini sangat membantu menyerap air. Sekarang jadi lapangan, jadi kami yang merasakan dampaknya," kata AA warga lainnya.
Selain soal genangan, warga juga mempertanyakan proses pembangunan lapangan padel tersebut, sebab sodetan air dari lokasi tersebut dialirkan ke selokan warga yang kemudian menjadi penyebab genangan air.
Baca Juga: Penertiban Pak Ogah di Grogol Petamburan Diperketat, Petugas Gabungan Sasar Titik Rawan Kemacetan
"Kami merasa aneh, puri 11 dan lapangan padel kingdom ini membuang sodetan air ke perkampungan yang berada di sebrang jalan, sehingga menyebabkan banjir dijalan exit tol karang tengah dan pemukiman warga," cetusnya.
Mereka menduga proyek tersebut tidak melalui kajian lingkungan yang seharusnya menjadi syarat sebelum pembangunan dilakukan.
"Kami tidak tahu apakah sudah ada kajian lingkungan atau belum. Tapi yang jelas dampaknya sekarang sudah terasa," ucapnya.
Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Pembunuhan Pria di Tigaraksa Tangerang, Dipicu Permintaan Nikah Lagi
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat meninjau kembali pembangunan tersebut dan memastikan proses perizinan serta dampak lingkungannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Saya berharap pemkot Tangerang kembali meninjau ulang lagi, kalo gak salah itu ijinnya aja belum beres," tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak padel Kingdom belum menjawab upaya konfirmasi akurat.co banten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik








