Banten

Aksi Nekat Penyelundupan Sabu dalam Ayam Kecap Digagalkan Petugas Lapas, Begini Kronologinya

Moehamad Dheny Permana | 23 Oktober 2025, 17:14 WIB
Aksi Nekat Penyelundupan Sabu dalam Ayam Kecap Digagalkan Petugas Lapas, Begini Kronologinya

Akurat Banten - Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta kembali membuktikan kewaspadaan tinggi mereka setelah menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang disembunyikan dengan cara tak biasa, yakni di dalam masakan ayam kecap.

Insiden itu terjadi ketika seorang pengunjung datang membawa makanan untuk warga binaan.

Di area pemeriksaan makanan, petugas mencurigai salah satu wadah berisi ayam kecap yang tampak lebih berat dari biasanya.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Syarpani, mengungkapkan bahwa kecurigaan petugas ternyata benar.

“Saat dibuka dan diperiksa lebih dalam, ditemukan sepuluh paket kecil berisi serbuk putih yang diduga kuat merupakan sabu,” ujarnya.

Bungkusan kecil itu disembunyikan secara rapi di antara potongan ayam yang dilumuri saus kecap agar tidak mudah terdeteksi.

Petugas segera mengamankan barang mencurigakan tersebut dan melaporkannya kepada pimpinan lapas untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga: Kasat Lantas dan Kasat Intelkam Polresta Bandara Soetta Resmi Berganti

Menurut Syarpani, temuan ini menjadi bukti bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di dalam lapas.

“Kami tidak akan pernah lengah. Setiap celah sekecil apa pun akan kami tutup rapat. Lapas Narkotika Jakarta berkomitmen penuh menjaga lingkungan pemasyarakatan bebas dari narkoba,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa pengunjung yang membawa makanan itu memiliki hubungan dengan salah satu narapidana.

Diduga, komunikasi antara keduanya dilakukan melalui wartel khusus di dalam lapas, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengatur modus penyelundupan tersebut.

“Dari keterangan sementara, ada dugaan kuat bahwa percakapan di wartel menjadi sarana koordinasi pengiriman barang terlarang ini,” kata Syarpani.

Pihak lapas segera menyerahkan pengunjung dan barang bukti kepada Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Langkah ini diambil agar kasus tersebut bisa diusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aksi penyelundupan itu.

Syarpani menyebut bahwa sepanjang tahun 2025, ini merupakan kali kelima pihaknya berhasil menggagalkan upaya serupa.

Rentetan keberhasilan itu, menurutnya, menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran lapas dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Dirjen Pemasyarakatan Mashudi, bahwa zero narkoba adalah harga mati,” tegasnya.

Baca Juga: Doa Umi Kalsum untuk Ayu Ting Ting Bikin Gaduh: Hidup Mewah Ibunda Sang Biduan, Sebenarnya Kerjaan Apa?

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan di area penitipan barang dan makanan akan diperketat lagi, termasuk dengan penggunaan peralatan pemindai yang lebih modern.

Selain itu, pelatihan bagi petugas juga terus ditingkatkan agar mereka mampu mengenali berbagai modus baru penyelundupan narkoba yang semakin kreatif dan berani.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga di balik tembok penjara.

Dengan kewaspadaan petugas dan kerja sama seluruh pihak, Lapas Narkotika Jakarta berharap bisa menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dan aman dari pengaruh barang haram yang merusak kehidupan banyak orang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.