Banten

Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI

Moehamad Dheny Permana | 14 Oktober 2025, 19:22 WIB
Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI

Akurat Banten - Suasana duka menyelimuti jajaran TNI setelah seorang prajurit gugur dalam serangan bersenjata yang terjadi di Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat.

Insiden tersebut terjadi saat tim Satgas Yonif 410/Alugoro tengah melaksanakan tugas anjangsana kepada masyarakat di Kampung Moyeba.

Kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) Kodap IV Sorong Raya tiba-tiba melancarkan tembakan ke arah personel TNI yang sedang bertugas.

Salah satu anggota Satgas, Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman, gugur dalam serangan mendadak itu.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu membenarkan adanya aksi penyerangan tersebut.

“Benar telah terjadi penembakan oleh kelompok bersenjata pimpinan Demi Moss. Satu prajurit kita gugur dalam tugas, dan satu pucuk senjata milik almarhum juga dirampas,” ujarnya.

Serangan ini menjadi catatan kelam baru di wilayah Papua Barat yang belakangan kerap diwarnai aksi kekerasan kelompok separatis.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Api di Menara Industri Nikel Morowali

Daniel menegaskan bahwa Kodam XVIII/Kasuari segera mengambil langkah pengamanan lanjutan dengan memperketat penjagaan di sekitar lokasi kejadian.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan lain untuk memastikan kondisi di Kampung Moyeba tetap terkendali,” kata Daniel.

Ia juga menyebut tindakan kelompok bersenjata itu sebagai bentuk ancaman serius terhadap stabilitas keamanan di Papua Barat.

“Peristiwa ini kembali menunjukkan kekejaman kelompok bersenjata terhadap aparat dan masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, proses evakuasi jenazah Praka Amin Nurohman sedang berlangsung.

Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, untuk dimakamkan secara militer.

“Prajurit terbaik kami gugur saat menjalankan tugas mulia. Kami akan mengawal proses pemulangan dengan penuh penghormatan,” ujar Daniel.

Ia menambahkan, Kodam XVIII/Kasuari tidak akan tinggal diam.

“Para pelaku penembakan akan kami kejar sampai dapat. Tidak ada ruang bagi kelompok bersenjata yang mengganggu keamanan,” ucapnya.

Aksi bersenjata oleh kelompok separatis di Papua Barat bukanlah hal baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, aparat TNI dan Polri kerap menjadi sasaran serangan, termasuk warga sipil yang berada di sekitar lokasi konflik.

Kejadian ini menambah deretan peristiwa tragis yang menunjukkan masih tingginya eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Tri Indah Alesti Bukan Wali Murid Biasa, Pantas Bisa Polisikan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Usai Pergoki Anak Merokok di Sekolah?

Pihak TNI memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur keamanan dan pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban.

Mereka berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi kelompok bersenjata yang mencoba mengganggu stabilitas Papua Barat.

“Situasi akan kami jaga agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” kata Daniel.

Duka mendalam menyelimuti rekan-rekan sesama prajurit dan keluarga besar TNI atas gugurnya Praka Amin Nurohman.

Meski begitu, semangat untuk menjaga kedaulatan negara disebut tidak akan surut.

“Pengabdian beliau akan selalu kami kenang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga tanah Papua,” tutup Daniel.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.