Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI

Akurat Banten - Suasana duka menyelimuti jajaran TNI setelah seorang prajurit gugur dalam serangan bersenjata yang terjadi di Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Insiden tersebut terjadi saat tim Satgas Yonif 410/Alugoro tengah melaksanakan tugas anjangsana kepada masyarakat di Kampung Moyeba.
Kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) Kodap IV Sorong Raya tiba-tiba melancarkan tembakan ke arah personel TNI yang sedang bertugas.
Salah satu anggota Satgas, Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman, gugur dalam serangan mendadak itu.
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu membenarkan adanya aksi penyerangan tersebut.
“Benar telah terjadi penembakan oleh kelompok bersenjata pimpinan Demi Moss. Satu prajurit kita gugur dalam tugas, dan satu pucuk senjata milik almarhum juga dirampas,” ujarnya.
Serangan ini menjadi catatan kelam baru di wilayah Papua Barat yang belakangan kerap diwarnai aksi kekerasan kelompok separatis.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Api di Menara Industri Nikel Morowali
Daniel menegaskan bahwa Kodam XVIII/Kasuari segera mengambil langkah pengamanan lanjutan dengan memperketat penjagaan di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan lain untuk memastikan kondisi di Kampung Moyeba tetap terkendali,” kata Daniel.
Ia juga menyebut tindakan kelompok bersenjata itu sebagai bentuk ancaman serius terhadap stabilitas keamanan di Papua Barat.
“Peristiwa ini kembali menunjukkan kekejaman kelompok bersenjata terhadap aparat dan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, proses evakuasi jenazah Praka Amin Nurohman sedang berlangsung.
Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, untuk dimakamkan secara militer.
“Prajurit terbaik kami gugur saat menjalankan tugas mulia. Kami akan mengawal proses pemulangan dengan penuh penghormatan,” ujar Daniel.
Ia menambahkan, Kodam XVIII/Kasuari tidak akan tinggal diam.
“Para pelaku penembakan akan kami kejar sampai dapat. Tidak ada ruang bagi kelompok bersenjata yang mengganggu keamanan,” ucapnya.
Aksi bersenjata oleh kelompok separatis di Papua Barat bukanlah hal baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat TNI dan Polri kerap menjadi sasaran serangan, termasuk warga sipil yang berada di sekitar lokasi konflik.
Kejadian ini menambah deretan peristiwa tragis yang menunjukkan masih tingginya eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.
Pihak TNI memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur keamanan dan pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban.
Mereka berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi kelompok bersenjata yang mencoba mengganggu stabilitas Papua Barat.
“Situasi akan kami jaga agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” kata Daniel.
Duka mendalam menyelimuti rekan-rekan sesama prajurit dan keluarga besar TNI atas gugurnya Praka Amin Nurohman.
Meski begitu, semangat untuk menjaga kedaulatan negara disebut tidak akan surut.
“Pengabdian beliau akan selalu kami kenang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga tanah Papua,” tutup Daniel.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 7Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?







