Mata Kucing Underpass Cawang Raib Dicuri, Dishub Sebut Bisa Picu Kecelakaan
Akurat Banten - Aksi pencurian paku marka jalan reflektif atau yang dikenal sebagai mata kucing terjadi di kawasan underpass Cawang, Jakarta Timur.
Peristiwa ini pertama kali terendus setelah beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan seseorang mencabut perlengkapan jalan tersebut.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur kemudian bergerak cepat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Petugas memastikan sejumlah perangkat keselamatan lalu lintas memang sudah tidak berada di tempatnya.
Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, mengatakan hasil pemeriksaan menemukan kehilangan dalam jumlah cukup banyak.
"Kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," ujar Emiral.
Ia menuturkan kedatangan petugas merupakan tindak lanjut dari video viral yang ramai diperbincangkan warganet.
Menurut dia, temuan di lapangan selanjutnya akan disampaikan kepada atasan guna menentukan langkah berikutnya.
Emiral juga memaparkan dari tayangan yang beredar terlihat jelas pelaku tidak melepas perangkat itu secara biasa.
Alat bantu seperti pahat diduga dipakai untuk mencongkel benda yang tertanam kuat di permukaan jalan.
"Kalau melihat dari videonya, sepertinya dicopot secara paksa dan pakai pahat. Jadi memang ada niat untuk mencuri. Padahal ini fasilitas umum yang harus dijaga bersama," katanya.
Ia mengingatkan pencurian perlengkapan keselamatan jalan bukan perkara sepele.
Ketiadaan reflektor tersebut dapat membuat pengendara kehilangan panduan ketika melintas, terlebih saat kondisi gelap.
"Mata kucing ini bagian dari marka jalan. Kalau tidak ada kelap-kelipnya, bisa fatal. Pengendara bisa salah arah atau bahkan menabrak pembatas jalan," ucapnya.
Keberadaan alat pemantul cahaya itu, lanjut dia, sangat membantu pengguna kendaraan dalam membaca kontur jalur.
Pada malam hari, sinar lampu kendaraan akan memantul sehingga batas lajur terlihat jelas dari kejauhan.
"Khususnya malam hari, karena lampunya menyala. Kalau hilang, risiko kecelakaan semakin besar," tuturnya.
Mengenai kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum, Emiral menyebut pihaknya belum mengambil keputusan.
"Untuk laporan ke polisi, kami masih menunggu arahan pimpinan. Yang terpenting saat ini kami sudah melakukan pengecekan di lapangan," katanya.
Sudinhub Jakarta Timur juga belum menutup kemungkinan adanya titik lain yang mengalami kejadian serupa.
Tim masih bergerak melakukan inventarisasi untuk memastikan apakah kehilangan hanya terjadi di satu lokasi.
"Belum tahu di tempat lain ada atau tidak, masih dalam pengecekan," ujar Emiral.
Kabar hilangnya mata kucing ini turut menimbulkan kegelisahan bagi pengguna jalan yang kerap melintasi underpass tersebut.
Sejumlah pengendara berharap fasilitas keselamatan segera dipulihkan agar perjalanan tetap aman.
Sibarani, seorang pengendara motor yang ditemui di sekitar lokasi, mengaku prihatin dengan tindakan pelaku.
"Resah pasti, cuma gimana namanya pencuri, cuma kan disayangkan ya. Itu reflektor jalan ada cahaya lampunya kalau malam, dibuat biar tahu ada pembatas," kata Sibarani.
Ia menilai fungsi marka reflektif amat vital karena membantu pengemudi menjaga posisi kendaraan.
Tanpa bantuan pantulan cahaya, risiko salah mengambil jalur dinilai meningkat.
Baca Juga: Buka Puasa Dijalan? TransJakarta Bakal Bagikan 520 Ribu Takjil Gratis Sepanjang Ramadan 2026
Perhatian publik terhadap kasus ini makin besar setelah salah satu akun Instagram mengunggah video dugaan pencurian tersebut.
Dalam rekaman itu tampak seorang pria mengenakan penutup wajah berusaha melepaskan mata kucing dari badan jalan.
Benda keras menyerupai palu terlihat digunakan untuk memudahkan aksinya.
Video tersebut lantas menyebar luas dan memancing beragam reaksi dari masyarakat.
Banyak warga menyayangkan tindakan yang merusak fasilitas umum sekaligus membahayakan keselamatan bersama.
Pemerintah setempat pun diharapkan dapat segera mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Perbaikan serta pengawasan dinilai penting supaya pengguna jalan tetap merasa aman ketika melintas di kawasan underpass Cawang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









