Empat Hari Diguyur Hujan Deras, Sungai Meluap Rendam Permukiman Warga Denpasar Selatan

Akurat Banten - Hujan deras yang mengguyur wilayah Denpasar selama beberapa hari terakhir memicu meluapnya aliran sungai hingga merendam sejumlah kawasan permukiman di Denpasar Selatan, Bali.
Genangan air dilaporkan mulai masuk ke rumah warga sejak dini hari dan terus bertahan hingga pagi hari seiring intensitas hujan yang belum mereda.
Salah satu warga di Jalan Kerta Dalem, Yuli, menyebutkan bahwa ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter atau berada di bawah lutut orang dewasa.
“Air naik kira-kira sampai ketinggian 30 cm, di bawah lutut,” kata Yuli.
Ia menuturkan, air mulai masuk ke dalam bangunan yang juga difungsikan sebagai tempat usaha salon miliknya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari terganggu karena sebagian ruangan harus dibersihkan dari genangan.
Tidak hanya di satu titik, banjir juga terjadi di kawasan Jalan Kerta Dalem Sari 1B dengan ketinggian air yang relatif sama.
Melubernya air sungai yang membelah wilayah Desa Sidakarya diduga menjadi penyebab utama meluasnya genangan hingga ke area permukiman warga.
Lokasi tersebut diketahui berada di bagian hilir aliran Tukad Badung sehingga rentan terdampak luapan air ketika debit meningkat.
Selain volume air yang tinggi, tumpukan sampah plastik juga terlihat menyumbat aliran sungai, terutama di sekitar jembatan kecil penghubung ke Jalan Kerta Dalem.
Sampah yang tersangkut memperparah kondisi karena menghambat laju air sehingga meluber ke permukiman.
Baca Juga: Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Ditunda, Hakim Beri Peringatan Keras ke KPK
Warga lainnya, Nasya, yang menjalankan usaha warung makan di Jalan Sidakarya, juga mengalami kejadian serupa.
Ia terlihat sibuk membersihkan air yang masuk ke dalam rumah sekaligus tempat usahanya sejak pagi hari.
“Baru kali ini air masuk, biasanya di Kerta Dalem air masuk ke rumah kalau hujan,” ucapnya.
Meski terdampak banjir, Nasya tetap membuka warungnya demi menjaga pemasukan tetap berjalan.
Sejumlah warga setempat juga terlihat bergotong royong membersihkan saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat sampah.
Upaya tersebut dilakukan agar aliran air kembali lancar dan genangan dapat segera surut.
Banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga meluas hingga ke area persawahan di sekitar Kerta Dalem.
Kondisi ini membuat aktivitas pertanian terganggu karena lahan tertutup genangan air.
Selain itu, pedagang di sekitar Pasar Sidakarya juga turut merasakan dampak banjir yang menggenangi area jualan mereka.
Aktivitas perdagangan menjadi tersendat karena pembeli berkurang dan akses jalan tergenang air.
Beberapa wilayah lain di Denpasar seperti Pemogan, Panjer, Sesetan, hingga kawasan Bumi Ayu Sanur juga dilaporkan mengalami genangan serupa.
Meluasnya titik banjir menunjukkan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir berdampak cukup signifikan di berbagai kawasan.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.
Baca Juga: Brutal di SPBU Cipinang, Operator Jadi Korban Gigi Patah Usai Diduga Dihajar Oknum Aparat
Peringatan tersebut berlaku untuk periode 24 hingga 26 Februari 2026 di sejumlah wilayah Bali.
Kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem ini membuat warga diimbau tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran air agar tidak tersumbat sampah.
Langkah pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan dampak banjir yang dapat merugikan aktivitas warga sehari-hari.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









