Program MBG Kota Tangerang Tuai Kritik, Menu Sederhana Jadi Sorotan

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang menuai sorotan. Pasalnya, menu yang dibagikan kepada siswa di SD Negeri 6 dan SD Negeri 3 pada Rabu (17/9/2025) dinilai tidak layak dan jauh dari tujuan awal program.
Berdasarkan pantauan di lapangan, satu paket MBG hanya berisi sebuah pisang, satu kentang rebus, tiga butir telur puyuh rebus, serta beberapa kacang rebus.
Seorang murid berinisial Y membenarkan bahwa menu MBG yang diterimanya memang hanya itu. Ia juga menceritakan bahwa sejak hari Senin menu yang diberikan berbeda, meski sama-sama dinilai tidak memenuhi kebutuhan gizi.
"Senin dan Selasa kemarin juga cuma dapat susu, roti, dan sayuran untuk sandwich," ungkap Y.
Y menambahkan, sebelumnya siswa pernah mendapat menu makan berupa nasi dan lauk pauk dari program presiden sebelum pelaksanaan ujian. Namun, menurutnya, kualitas makanan pun masih perlu diperhatikan.
"Sebelumnya menunya ikan nasi, kadang nasi dan ayam. Tapi makannya harus hati-hati, soalnya suka ada rambutnya di nasi," ucapnya.
Baca Juga: Sembilan Siswa Sekolah Rakyat 33 Tangsel Mengundurkan Diri, DPR RI Soroti Penyebabnya
Sementara itu, seorang wali murid berinisial N mengaku tidak mengetahui besaran anggaran yang dikonversi menjadi menu makan di program MBG.
Ia mengaku pernah mendengar keluhan dari murid sekolah karena porsi makan yang diberikan kepada siswa hanya sedikit.
"Saya kurang tahu ya menunya apa saja. Tapi kata anak saya biasanya nasi, susu, dan lauk pauk. Memang anggaran per siswa itu berapa ya, benar gak katanya Rp10 ribu?" ujar N.
Baca Juga: Djamari Chaniago Calon Kuat Menko Polkam, Ternyata Pernah Sidangkan Prabowo di DKP 1998
"Pernah anak saya dan temennya juga bilang kalo porsinya sedikit tapi saya bilang ya wajar kan gratis, jadi kadang masakannya kurang enak kata anak-anak, kan saya mah gak tau gak makan makanannya," tandasnya.
Hingga kini, pihak SD Negeri 3 dan SD Negeri 6 Cimone belum memberikan keterangan. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak sekolah terkait persoalan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










