KPK Ungkap Ada Dugaan Dana BJB 'Mampir' Ke Kantor Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil

AKURAT BANTEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka lembaran baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank BJB. Kali ini, sorotan mengarah pada kemungkinan adanya aliran dana yang 'mampir' ke kantor mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat ia masih menjabat.
Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari pos non-budgeter. Menurutnya, posisi strategis Ridwan Kamil saat itu membuat Bank BJB harus menyiapkan sejumlah dana di luar anggaran resmi untuk 'kepentingan tertentu'.
Baca Juga: Heboh! Usai Dipecat, Budi Arie Ketauan Unfollow Akun Instagram Prabowo, Kenapa?
"Saat yang bersangkutan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Bank Jabar (BJB) ini salah satunya komisaris dan direktur utamanya menyediakan uang untuk kegiatan-kegiatan non-budgeter," jelas Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/9).
Meski belum bersedia merinci jumlah dana yang mengalir, Asep menegaskan bahwa sebagian uang tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional Ridwan Kamil. Tak hanya itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga diduga ikut 'menikmati' aliran dana tersebut.
Namun, bukan hanya itu saja yang menarik perhatian publik. Muncul juga dugaan bahwa Ridwan Kamil pernah membeli mobil milik Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, dengan uang yang berasal dari kasus korupsi BJB. KPK saat ini tengah berupaya memverifikasi informasi ini secara menyeluruh.
Di sisi lain, nama seorang selebgram bernama Lisa Mariana juga ikut terseret dalam pusaran kasus ini.
Lisa mengaku pernah menerima sejumlah dana yang dikaitkan dengan perkara Bank BJB. Dalam keterangannya, Lisa menegaskan bahwa uang tersebut ada hubungannya dengan Ridwan Kamil, meski ia menekankan bahwa dirinya hanya berstatus sebagai saksi dalam penyidikan.
"Saya menjadi saksi pemeriksaan BJB Ridwan Kamil, ya," ungkap Lisa saat hadir di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).
Meski enggan menyebutkan jumlah uang yang diterima, keberaniannya berbicara di depan media semakin memperkuat sorotan publik terhadap kasus ini.
Baca Juga: 2 Meninggal Dunia karena Bali Banjir 10 September, Ratusan Lainnya Rela Lakukan Ini Demi Hidup
KPK sendiri masih berhati-hati dalam menetapkan tersangka. Ridwan Kamil hingga kini belum ditetapkan sebagai pihak yang terlibat langsung, melainkan masih disebut dalam konteks aliran dana yang tengah ditelusuri.
Lembaga antikorupsi itu menegaskan bahwa penyidikan akan dilakukan secara mendalam agar fakta hukum yang sebenarnya bisa terungkap.
Kasus ini menjadi ujian besar bagi KPK dalam membuktikan transparansi penegakan hukum, terutama karena melibatkan nama besar seorang mantan kepala daerah yang cukup populer.
Pengusutan aliran dana non-budgeter di tubuh Bank BJB juga dianggap penting untuk mencegah praktik serupa terjadi kembali di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









