Ramai Isu Pemotongan Program P3TGAI di Pandeglang-Lebak, Begini Penjelasannya

AKURAT BANTEN - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dijalankan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, Provinsi Banten, menjadi perhatian publik setelah muncul isu adanya potongan sebesar 30 persen dari anggaran.
Program yang dikucurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC) Banten ini merupakan bantuan langsung kepada kelompok tani. Tahun ini, P3TGAI disalurkan di 62 titik di wilayah Pandeglang dan 96 titik di wilayah Lebak.
Berdasarkan keterangan Tenaga Pendampingan Masyarakat (TPM) kelompok tani penerima dari BBWSC3, Nurdiansyah, dugaan potongan tersebut tidak terbukti.
Baca Juga: TNI Konsultasi ke Polda Metro, Ferry Irwandi Dituding Cemarkan Nama Baik 'Saya Tidak Takut'
Dia menegaskan program dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat.
Menurutnya, pencairan dana memang dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, kelompok menerima Rp136,5 juta atau 70 persen dari total anggaran, yang digunakan untuk kegiatan awal seperti musyawarah desa, sosialisasi, hingga pembangunan pasangan batu pada saluran irigasi.
"Ini yang kemungkinan terjadi miskomunikasi, disangkanya ada potongan 30 persen," ujarnya, Selasa (9/9/25).
Baca Juga: Pohon Bertumbangan di Lippo Karawaci Tangerang, Macet Mengular Tak Terhindarkan
Dian menjelaskan, setelah pekerjaan tahap pertama selesai, kelompok tani mengajukan serah terima pekerjaan tahap pertama atau Provisional Hand Over (PHO) ke BBWSC3 melalui pendamping.
Kemudian, kata Dian, setelah itu, sisa anggaran Rp58,5 juta atau 30 persen baru bisa dicairkan.
Dian menegaskan, dana tersebut digunakan untuk pekerjaan finishing hingga pembayaran upah pekerja.
"Program ini tidak ada pemotongan. Saat ini masih tahap pertama dan mudah-mudahan bisa selesai sesuai target," katanya.
Hal senada disampaikan, M. Yusuf Ketua Kelompok Masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak memastikan tidak ada potongan dana dalam program tersebut.
Menurutnya, keberadaan P3TGAI justru sangat bermanfaat karena memperlancar pengairan sawah di wilayahnya.
Ia menegaskan, dugaan adanya potongan dana P3TGAI sebesar 30 persen dipastikan tidak benar. Hal itu terjadi dikarenakan adanya mekanisme pencairan yang bertahap, kemudia menjadi dasar kesalahpahaman di masyarakat.
"Kalau pencairan memang 70 persen dan 30 persen, jadi ada dua tahap. Kalau pemotongan, itu tidak ada, justru kami bersyukur dengan adanya program ini," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 5Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 6Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 7Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 8Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








